BANDUNG (Aswajanews.id) – Evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi sorotan dalam forum Terus Terang Goes to Campus #3 di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jumat (16/10/2026).
Dalam forum bertajuk “Indonesia yang Kita Wariskan: Keadilan, Demokrasi, dan Kesejahteraan” tersebut, sejumlah tokoh memberikan penilaian terhadap jalannya pemerintahan. Guru Besar Tetap Fakultas Hukum Unpad, Prof. Susi Dwi Harijanti, menilai pemerintahan Prabowo di bidang pendidikan baru memperoleh nilai 3 jika diibaratkan seorang siswa. Nilai tersebut, menurut analogi yang disampaikannya, berarti belum lulus.
Selain Prof. Susi, Feri Amsari juga memberikan nilai 3. Sementara itu, pengamat politik Hendri Satrio memberikan nilai 11 dari 100.
Penilaian tersebut mencerminkan kritik para narasumber terhadap sejumlah aspek penyelenggaraan pemerintahan. Meski demikian, masing-masing penilaian perlu dipahami sesuai konteks dan aspek yang menjadi perhatian setiap narasumber.
Dalam menyoroti bidang pendidikan, Prof. Susi menyoroti penggunaan anggaran yang dinilainya masih banyak tidak tepat peruntukannya.
Persoalan anggaran menjadi isu penting karena kebijakan pemerintah tidak hanya dinilai dari besarnya dana yang dialokasikan, tetapi juga dari ketepatan penggunaan dan manfaatnya bagi masyarakat.
Selain pendidikan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menjadi perhatian dalam perdebatan mengenai prioritas anggaran pemerintah.
Sebagai salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo, MBG menghadapi berbagai persoalan dalam pelaksanaannya. Sejumlah isu yang menjadi perhatian publik meliputi keamanan pangan, kualitas makanan, distribusi, pengawasan, dan tata kelola program.
Besarnya alokasi anggaran MBG juga memunculkan pertanyaan mengenai keseimbangan prioritas belanja negara. Di tengah kebutuhan pembenahan pendidikan, peningkatan kesejahteraan guru, dan pemerataan layanan publik, pemerintah dituntut memastikan bahwa pelaksanaan MBG tidak mengorbankan program-program penting lainnya.
Perdebatan tersebut bukan semata-mata menyangkut keberadaan program MBG, melainkan juga efektivitas pelaksanaan, transparansi penggunaan anggaran, serta dampaknya terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Pemerintah perlu memastikan program tersebut berjalan aman, tepat sasaran, dan akuntabel, sekaligus menjaga agar kebutuhan pendidikan dan sektor pelayanan publik lainnya tetap mendapatkan perhatian serta pendanaan yang memadai.
Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dilantik pada 20 Oktober 2024 untuk masa jabatan 2024–2029. Menjelang dua tahun pemerintahan, berbagai pertanyaan muncul mengenai realisasi janji politik, peningkatan kesejahteraan rakyat, penegakan keadilan, dan kualitas demokrasi.
Isu-isu tersebut menjadi pokok pembahasan dalam Terus Terang Goes to Campus #3 yang diselenggarakan di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung.
Selain Prof. Susi Dwi Harijanti, Feri Amsari, dan Hendri Satrio, forum tersebut menghadirkan Prof. Mahfud MD, Virdian Aurelio, serta Sammy Notaslimboy.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menguji gagasan, menyampaikan kritik, serta mempertanyakan arah kebijakan pemerintah secara langsung kepada para narasumber.
Evaluasi dua tahun pemerintahan tidak cukup hanya melihat jumlah program yang diluncurkan atau besarnya anggaran yang dibelanjakan. Hal yang tidak kalah penting adalah sejauh mana kebijakan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat kualitas pendidikan, menjamin keadilan, dan menjaga demokrasi.
Penilaian yang disampaikan sejumlah narasumber dalam forum tersebut menjadi bagian dari refleksi publik terhadap perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Pada akhirnya, evaluasi tersebut mengarah pada pertanyaan mendasar: apakah kebijakan yang dijalankan saat ini sudah cukup menjawab kebutuhan masyarakat dan mempersiapkan Indonesia yang lebih baik bagi generasi mendatang?
Eksplorasi konten lain dari News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





























