BATANG (Aswajanews) – Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten Batang menyelenggarakan Ujian Akhir Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) secara bersama yang dipusatkan di sejumlah kecamatan. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, Sabtu hingga Ahad, 10–12 Januari 2026, dan diikuti seluruh santri kelas akhir jenjang Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDT Ula).
Saat melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) Ujian MDT di wilayah Kecamatan Wonotunggal, Wakil Ketua DPW FKDT Jawa Tengah, Akhmad Sururi, mengapresiasi pelaksanaan ujian bersama dengan sistem menginap ala pesantren. Menurutnya, konsep tersebut menjadi keunikan tersendiri yang jarang ditemui di daerah lain dan menunjukkan keseriusan FKDT Kabupaten Batang dalam membentuk karakter santri.
Dalam sambutannya pada pembukaan Monev Ujian MDT yang dilaksanakan di Masjid Jami Dukuh Gringgingsari, Desa Ujungsari, Kecamatan Wonotunggal, Sabtu (10/1/2026), Akhmad Sururi menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para peserta ujian.
“Meski hari ini kalian mengikuti ujian akhir MDT, sesungguhnya ini bukan akhir dari belajar ilmu agama Islam. Setelah lulus MDT Ula, kalian harus melanjutkan pendidikan agama, baik di pesantren maupun lembaga pendidikan lainnya. Jangan sampai terputus belajar agama, karena Islam mengajarkan kita untuk belajar dari buaian hingga liang lahat,” pesannya.

Sururi juga menekankan pentingnya menjaga hubungan ruhani dengan para guru MDT. Menurutnya, meskipun santri telah lulus, ikatan batin dengan ustadz dan ustadzah tidak boleh terputus.
“Berdoalah untuk guru-guru MDT kalian. Sisipkan doa setelah shalat lima waktu. Guru MDT bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membimbing ruhani kita. Kita bisa beribadah, berakhlak baik, dan beramal saleh karena jasa para guru MDT,” lanjut alumni Pondok Pesantren Lirboyo tersebut.
Menanggapi tantangan era digital, Sururi berpesan agar para santri bijak dalam menggunakan telepon genggam dan media sosial. Ia mengingatkan agar gawai dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat, khususnya dalam menunjang pembelajaran, serta menjauhi konten yang dapat merusak pikiran dan akhlak.
“Gunakan HP untuk kemaslahatan masa depan. Jangan membuka aplikasi yang menyesatkan dan mendorong pada perbuatan yang tidak baik,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Sururi menyampaikan doa dan harapan agar seluruh peserta ujian MDT di Kecamatan Wonotunggal diberikan kesehatan dan kemudahan dalam mengerjakan soal ujian.
“Selamat mengikuti Ujian Akhir MDT. Semoga kalian semua menjadi generasi emas yang hebat, berilmu, dan berakhlak,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPAC FKDT Kecamatan Wonotunggal, KH Santoso, menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian bersama dengan sistem menginap telah berjalan selama beberapa tahun dan menjadi bagian dari pembelajaran kehidupan ala pesantren bagi para santri.
Pembukaan Monev Ujian MDT tersebut diikuti oleh seluruh santri kelas akhir MDT Ula se-Kecamatan Wonotunggal, serta dihadiri para pengawas ujian, sejumlah kepala MDT, dan tokoh agama setempat.
(Red/Nas)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































