Beranda Aktual Serangan di Lebanon Selatan Tewaskan Tentara Indonesia, Tiga Prajurit Terluka

Serangan di Lebanon Selatan Tewaskan Tentara Indonesia, Tiga Prajurit Terluka

70

BEIRUT (Aswajanews) – Serangan proyektil menghantam markas Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) di wilayah Aadshit al-Qusayr, Distrik Marjayoun, Lebanon selatan, Ahad (29/3/2026). Insiden tersebut menewaskan satu prajurit TNI, sementara satu lainnya dalam kondisi kritis dan tiga prajurit mengalami luka-luka.

Informasi yang diperoleh menyebutkan jenazah korban masih berada di pos UNIFIL, sedangkan prajurit yang terluka parah dirawat di Rumah Sakit St George, Beirut.

789F3ED6 5E7F 4905 ADDA 5015A4855405
Praka Farizal Romadoni, Prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian

Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi insiden ini dan menyampaikan kecaman keras. Juru Bicara Kemenlu, Yvonne Mewengkang, menegaskan Indonesia mendorong penyelidikan menyeluruh dan transparan.

UNIFIL melalui juru bicaranya, Kandice Ardiel, membenarkan adanya ledakan proyektil di area pasukan penjaga perdamaian yang menyebabkan korban jiwa dan luka. Namun, asal serangan masih dalam penyelidikan.

Insiden terjadi di tengah meningkatnya konflik di Lebanon selatan antara militer Israel dan kelompok bersenjata. UNIFIL mencatat sejak akhir Februari telah terjadi sekitar 20 insiden penembakan, sebagian besar belum diketahui sumbernya.

UNIFIL menegaskan semua pihak harus mematuhi hukum internasional dan menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian.
Lebih dari 1.000 prajurit TNI saat ini bertugas dalam misi UNIFIL di Lebanon, menjalankan peran penting dalam menjaga stabilitas di kawasan perbatasan. (Red)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.