BREBES (Aswajanews) – Sekretaris Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Brebes, Akhmad Sururi, berharap kegiatan Pesantren Ramadhan di sekolah mampu mendorong remaja kembali mencintai masjid dan menghidupkan aktivitas keagamaan.
Menurutnya, karakter remaja saat ini sangat berbeda dibanding era 1980-an. Pada masa itu, banyak pelajar yang setelah menempuh pendidikan formal di pagi hari, melanjutkan aktivitas malam dengan belajar dan bermalam di masjid. Kini, fenomena tersebut mulai bergeser. Remaja lebih banyak menghabiskan waktu di kafe atau tempat tongkrongan dengan fasilitas internet, sehingga jamaah masjid didominasi kalangan orang tua.
“Kehadiran Pesantren Ramadhan di lembaga pendidikan formal sangat diharapkan dapat mengembalikan kecintaan remaja terpelajar kepada masjid. Ini membutuhkan langkah bersama untuk mengampanyekan gerakan kembali ke masjid,” ujar Sururi saat melakukan monitoring kegiatan Pesantren Ramadhan di SMAN 1 Bulakamba, Brebes.

Ia menegaskan, gerakan kembali ke masjid juga menjadi langkah preventif untuk mencegah kenakalan remaja yang belakangan dinilai kian memprihatinkan.
“Kegiatan Pesantren Ramadhan di lingkungan pendidikan formal semoga berdampak terhadap rasa kecintaan pelajar kepada masjid. Kecintaan itu harus kita dorong bersama dengan mengedukasi pemahaman tentang fungsi masjid. Lebih dari itu, bagaimana agar masjid menjadi tempat yang menarik bagi komunitas remaja juga sangat penting,” kata Sururi yang juga menjabat Dewan Pakar Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) DMI Kabupaten Brebes.
Ia mengapresiasi pelaksanaan salat duha berjamaah yang diikuti seluruh peserta Pesantren Ramadhan di Masjid Lukman Hakim SMAN 1 Bulakamba. Menurutnya, hal tersebut menjadi langkah konkret dalam membangun kedekatan emosional pelajar dengan masjid.
“Tadi kita menyaksikan seluruh peserta melaksanakan salat duha bersama di masjid. Ini menjadi langkah konkret untuk mewujudkan kedekatan mereka kepada masjid. Saat ada kedekatan hati dengan masjid, maka energi positif akan mengalir dalam jiwa mereka untuk memperkuat ibadah,” lanjut Sururi yang juga menjabat Ketua DPC FKDT Kabupaten Brebes.
Sururi mengakui, terdapat kecenderungan generasi muda, khususnya Gen Z, menjauh dari aktivitas masjid. Namun, ia menegaskan upaya mengajak mereka kembali tidak boleh berhenti.
“Dalam ajaran agama disebutkan bahwa salah satu calon penghuni surga adalah remaja yang hatinya terpaut dengan masjid. Artinya, remaja yang rajin beribadah dan beraktivitas positif di masjid. Orang yang sering ke masjid menjadi tanda kebaikan yang insyaallah akan mendapat balasan di surga,” pungkas alumni Pondok Pesantren Lirboyo angkatan 2000 itu. (Red)
Bagikan ini:
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Terkait
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































