BREBES (Aswajanews) – Masjid memiliki peran strategis sebagai pusat pemersatu umat sekaligus penggerak peradaban masyarakat. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Brebes, Akhmad Sururi, dalam kegiatan Pengajian Nuzulul Qur’an di Masjid Jami Baiturohim, Jagalempeni Selatan, Kecamatan Wanasari, Senin (15/3/2026) malam.
“Malam hari ini kita patut bersyukur karena semuanya bisa berkumpul di masjid kebanggaan kita bersama. Para pemuka agama dari utara sampai ke selatan dapat bertemu dalam kegiatan Nuzulul Qur’an. Ini menjadi bukti nyata bahwa Masjid Jami Baiturohim menjadi pemersatu umat,” ujar Sururi saat mengawali sambutan.
Ia menegaskan bahwa masjid merupakan milik bersama, sehingga perlu ditumbuhkan rasa memiliki di tengah masyarakat. Dengan adanya rasa memiliki, akan muncul kesadaran untuk memakmurkan masjid sesuai tuntunan agama.
Menurutnya, memakmurkan masjid (imarah) tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga mencakup berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi umat.
“Imarah dalam bentuk kegiatan itulah yang menjadi ruh masjid. Seperti manusia yang memiliki jasad dan ruh, masjid juga memiliki bangunan fisik dan aktivitas yang menjadi nyawanya. Kita bersyukur masjid ini memiliki bangunan yang megah, namun yang lebih penting adalah menjadikannya sebagai pusat peradaban masyarakat,” tuturnya.
Sururi yang juga alumni Pondok Pesantren Lirboyo menekankan pentingnya pendidikan generasi sebagai bagian dari upaya membangun peradaban. Ia menyebut, pembentukan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi juga membutuhkan peran masyarakat dan pemerintah.
“Untuk menciptakan generasi yang berakhlak, diperlukan sinergi semua pihak. Tidak cukup hanya dari keluarga, tetapi juga lingkungan dan pemerintah desa,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi kekompakan masyarakat Jagalempeni Selatan yang dikenal guyub dan rukun. Menurutnya, kebersamaan tersebut menjadi kekuatan dalam menggerakkan kegiatan keagamaan, termasuk keberhasilan membebaskan lahan di depan masjid serta rutin menggelar pengajian.
Namun demikian, Sururi juga mengingatkan tantangan perkembangan teknologi, khususnya penggunaan gawai oleh anak-anak. Ia mengimbau orang tua agar lebih bijak dalam mengawasi penggunaan ponsel.
“Kita perlu prihatin dengan kondisi anak-anak saat ini. Orang tua harus mampu membatasi penggunaan HP. Di negara seperti Finlandia, anak-anak justru lebih banyak membaca daripada bermain gawai,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjaga ukhuwah dan mempererat tali silaturahmi sebagai bagian dari upaya membangun peradaban umat, terlebih di momentum Nuzulul Qur’an dan malam Lailatul Qadar.
Kegiatan pengajian tersebut menghadirkan KH Misbahudin sebagai mubaligh. Turut hadir Kepala Desa Jagalempeni, Akhmad Tajudin, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus NU setempat, baik Rois Syuriah maupun Tanfidziah Ranting Jagalempeni Selatan.
(Red/Nas)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































