Beranda Nasional Pelayanan Publik Satpol PP Kota Bandung Gelar Konsolidasi dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Patroli...

Satpol PP Kota Bandung Gelar Konsolidasi dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Patroli Kamtibmas Selama Ramadan

32
Kepala Satpol PP Kota Bandung, Drs. H. Bambang Sukardi, M.Si.

BANDUNG (Aswajanews) – Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menggelar kegiatan konsolidasi sekaligus buka puasa bersama yang dihadiri anggota dari berbagai wilayah di Hotel Savoy Homann Bidakara, Senin (9/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat soliditas internal Satpol PP Kota Bandung dalam menjalankan tugas menjaga ketertiban dan ketenteraman masyarakat.

Acara ini juga dihadiri perwakilan unsur TNI dan kepolisian sebagai bentuk sinergi antar lembaga dalam menjaga keamanan wilayah.
Kepala Satpol PP Kota Bandung, Drs. H. Bambang Sukardi, M.Si., menegaskan pentingnya peningkatan patroli keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya selama bulan Ramadan.

Ia meminta seluruh anggota terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan TNI serta Polri di wilayah masing-masing.

“Penegakan ketertiban harus dilakukan dengan pendekatan preventif agar tidak menimbulkan tindakan yang menjurus pada kekerasan di lapangan,” ujar Bambang.

Selain itu, Satpol PP menegaskan akan bersikap tegas terhadap peredaran minuman beralkohol ilegal maupun obat-obatan daftar G yang beredar secara ilegal di wilayah Kota Bandung.

“Tiada ampun bagi para penjual minuman keras ilegal maupun obat daftar G yang beredar di Kota Bandung. Kami akan tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Melalui jajaran Patroli Reaksi Cepat (PRC), Bambang juga mengarahkan agar setiap anggota mampu menjadi teladan bagi masyarakat.

“Setiap anggota harus menjadi panutan bagi warga, termasuk memberikan bantuan ketika masyarakat membutuhkan,” katanya.

Menurut Bambang, selama Ramadan pihaknya meningkatkan intensitas patroli siang dan malam guna menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat.

“Di bulan Ramadan ini kami gencar melakukan patroli siang dan malam untuk menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat,” tuturnya kepada media.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah keluhan masyarakat terkait persoalan ketertiban umum. Namun hal tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Satpol PP untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sesuai makna Pamong Praja sebagai pelayan rakyat.

Secara filosofis, istilah Pamong Praja berasal dari bahasa Jawa. Kata pamong berarti pengasuh atau pembimbing, sedangkan praja berarti negara atau rakyat.

“Dengan demikian, Pamong Praja memiliki makna sebagai pengasuh sekaligus pelayan masyarakat dalam urusan kenegaraan,” jelasnya.

Sepanjang 2026, Satpol PP Kota Bandung juga memfokuskan pengawasan selama Ramadan, terutama terhadap operasional tempat hiburan malam serta peredaran minuman keras ilegal.
Selain itu, penertiban juga akan dilakukan terhadap kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban, seperti aksi sahur on the road yang berujung anarkis maupun fenomena perang sarung yang kerap meresahkan masyarakat.

Satpol PP juga akan melanjutkan pengamanan di kawasan strategis kota, termasuk di Teras Cihampelas, agar tetap tertib, aman, dan bebas dari pelanggaran peraturan daerah (Perda). (Red)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.