Beranda Nusantara Ribuan Jamaah Padati Haul ke-10 KH Muhammad Wahib di Nyatnyono

Ribuan Jamaah Padati Haul ke-10 KH Muhammad Wahib di Nyatnyono

63

SEMARANG (Aswajanews.id) – Ribuan jamaah dari berbagai kalangan menghadiri Haul ke-10 Almaghfurlah KH Muhammad Wahib di kompleks makam keluarga, Dukuh Gondang, Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Rabu (27/8/2025) bertepatan dengan 3 Rabiul Awal 1447 H.

Sejak pagi, jamaah dari tingkat RA, MI, MTs hingga masyarakat umum memadati lokasi acara. Warga Desa Nyatnyono pun berduyun-duyun hadir, duduk lesehan di tempat yang telah disediakan panitia. Murid-murid tarekat dan pengamal manaqib yang tersebar di wilayah Kabupaten Semarang juga turut serta dalam peringatan haul tersebut.

Kehadiran sejumlah ulama dan dzuriyah menambah khidmat acara. KH Wafi Maemun, putra Almaghfurlah KH Maemun Zubair, hadir memberikan doa dan menjadi tamu kehormatan bagi keluarga besar KH Muhammad Wahib. Hadir pula KH Said Latif Hakim selaku pimpinan Jatman Idarah Wustho Jawa Tengah serta dzuriyah KH Muslih Mranggen.

94BC0363 CB64 46F1 B84A 9ED0A5B2760ESelain itu, KH Gumilang, putra Almaghfurlah KH Abdul Chamid Usman—pendiri Pondok Pesantren Bodo Nahdlatut Tulab Kajoran Magelang—juga hadir dan memberikan doa. Kehadiran beliau sekaligus mempererat ikatan ruhani sesama pengamal tarekat dengan putra KH Muhammad Wahib, KH Abdul Rohman.

Acara haul semakin semarak dengan tausiyah dari KH Mahyan Ahmad, mubaligh humoris asal Grobogan. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya haul sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama dan mursyid tarekat.

Menurut penuturan KH Abdul Rohman, ayahandanya semasa hidup merupakan pengamal Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah sebagai badal mursyid bersanad kepada KH Muslih Mranggen. Beliau juga aktif sebagai Rois Syuriah Ranting NU Nyatnyono serta memimpin jamaah manaqiban Syekh Abdul Qodir Jaelani yang rutin dilaksanakan setiap pasaran manis (legi).

KH Muhammad Wahib dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Al Mukhlisin yang kini diteruskan oleh KH Abdul Rohman. Beliau juga mendirikan Madrasah Diniyah, MI, dan MTs Ma’arif Nyatnyono yang hingga kini berkembang pesat.

Kyai Dur, adik KH Muhammad Wahib, menuturkan bahwa almarhum lahir pada 1933 di Desa Nyatnyono dan wafat pada 2015 tepat 3 Rabiul Awal. Beliau pernah nyantri lebih dari 13 tahun di Pesantren Mranggen di bawah asuhan KH Muslih. Selain kiprah keilmuan, KH Muhammad Wahib juga aktif dalam pembangunan desa, termasuk penyediaan sarana jalan dengan dukungan tenaga bahkan dana pribadi.

“Atas nama keluarga, kami menghaturkan terima kasih kepada seluruh jamaah, khususnya pengamal tarekat dan manaqiban, yang telah hadir dalam haul ini. Semoga kehadiran kita semua membawa keberkahan dan menjadi pengingat bahwa suatu saat kita juga akan kembali ke alam barzakh,” ungkap Kyai Dur. (Red/Nas)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.