Beranda Aktual Reforestasi Tak Cukup Seremoni, Eyang Memet Dorong Kaderisasi dan Pemeliharaan

Reforestasi Tak Cukup Seremoni, Eyang Memet Dorong Kaderisasi dan Pemeliharaan

0
Eyang Memet bersama peserta kegiatan penghijauan di Blok Malaberes, Pasirjambu, Kabupaten Bandung.

BANDUNG (Aswajanews.id) — Upaya pelestarian keanekaragaman hayati dinilai tidak cukup berhenti pada kegiatan penanaman pohon. Diperlukan kaderisasi serta pemeliharaan berkelanjutan agar program reforestasi memberi dampak jangka panjang.

Ketua Yayasan Panata Giri Raharja, Eyang Memet, menyampaikan hal tersebut melalui pesan singkat, Sabtu (14/2/2025), terkait kegiatan penghijauan di Blok Malaberes, Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung.

Menurut dia, tantangan terbesar reforestasi justru berada pada tahap pascatanam. Tanpa sistem pemeliharaan serta monitoring dan evaluasi yang konsisten, kegiatan penghijauan berpotensi berhenti pada aspek seremonial.

“Reforestasi bukan hanya tentang menanam, tetapi memastikan tanaman itu tumbuh dan terawat. Monitoring dan evaluasi harus berjalan,” ujarnya.

Ia menilai pembangunan karakter dan kesadaran ekologis perlu menjadi bagian terintegrasi dalam setiap program penghijauan, termasuk dalam skema Menanam Bibit Gratis (MBG). Tanpa perubahan pola pikir, kata dia, keberlanjutan program sulit terjaga.

Lebih lanjut, Eyang Memet menekankan pentingnya kaderisasi agar gerakan pelestarian lingkungan tidak bergantung pada figur tertentu. Regenerasi dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan program di tingkat masyarakat.

Dalam konteks yang lebih luas, ia menilai kualitas lingkungan memiliki keterkaitan dengan kualitas hidup warga. Lingkungan yang terjaga, menurut dia, berpengaruh terhadap ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Ia juga mengaitkan kondisi lingkungan dengan persoalan sosial, termasuk isu stunting, yang menurutnya tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan pangan bergizi serta keberlanjutan sumber daya alam.

Menurut dia, pendekatan yang terukur dan partisipatif menjadi kunci agar pelestarian keanekaragaman hayati tidak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan gerakan berkelanjutan.

(Reporter: Uus)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.