Beranda Pendidikan Pesan Pembina: Santri Jangan Berhenti Belajar Agama Usai Pesantren Ramadan

Pesan Pembina: Santri Jangan Berhenti Belajar Agama Usai Pesantren Ramadan

0

BREBES (Aswajanews) – Kegiatan Pesantren Ramadan di Masjid Jami Baiturohim Jagalempeni Selatan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, resmi ditutup pada Rabu malam (18/3/2026) atau bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.

Acara penutupan berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh pembina sekaligus inisiator Pesantren Ramadan, Akhmad Sururi, beserta para wali santri dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Akhmad Sururi menegaskan pentingnya kesinambungan dalam mempelajari ilmu agama Islam, khususnya bagi para santri setelah kegiatan Pesantren Ramadan berakhir.

25627F02 D649 43D6 84AD 22174AD0E9BF
Akhmad Sururi

Ia berpesan kepada para wali santri agar terus mendorong anak-anak mereka melanjutkan pendidikan agama, baik di pondok pesantren maupun lembaga keagamaan lainnya.

“Belajar ilmu agama tidak boleh berhenti. Ilmu agama adalah bekal kehidupan dunia dan akhirat. Jangan sampai anak-anak kita hanya belajar saat kecil, lalu berhenti ketika beranjak remaja,” ujarnya.

Menurutnya, fenomena remaja yang mulai meninggalkan pendidikan agama menjadi salah satu penyebab munculnya perilaku menyimpang, termasuk kenakalan remaja dan tawuran.

Sururi juga menekankan bahwa Pesantren Ramadan merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia.

“Kami merasa terpanggil untuk berkhidmah kepada masyarakat, memberikan pemahaman keagamaan kepada anak-anak, mulai dari keimanan, fiqih, hingga baca Al-Qur’an dan akhlak,” kata alumni Pondok Pesantren Lirboyo tersebut.

Ia berharap, kehadiran Pesantren Ramadan yang rutin digelar setiap tahun dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda di Jagalempeni Selatan, khususnya dalam kemampuan membaca Al-Qur’an dan pemahaman keagamaan.

Senada dengan itu, Ketua Ranting NU Jagalempeni Selatan, Ustaz Lukman Hakim, menegaskan pentingnya regenerasi dalam perjuangan keagamaan dengan bekal ilmu yang kuat.

“Estafet perjuangan tidak akan pernah berhenti. Karena itu, generasi muda harus dipersiapkan dengan ilmu agama yang memadai,” ungkapnya.

B708DFCD 54EA 4303 8DC0 C3307EF9E40A
Kegiatan penutupan ditandai dengan pembacaan Ikrar Santri Pesantren Ramadan yang dipimpin oleh Akhmad Sururi dan diikuti seluruh santri dengan penuh khidmat. Para undangan dan wali santri turut berdiri sebagai bentuk penghormatan terhadap ikrar tersebut.

Turut hadir dalam acara ini Ketua Pengurus Masjid Jami Baiturohim Jagalempeni Selatan, H. Mansyur Amin, bersama jajaran pengurus, di antaranya Wakil Ketua H. Abi Muzaki, Wakil Bendahara Moh. Nasir, serta penasehat H. Ali Masykur. (Red)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.