Beranda Aktual Perundingan AS–Iran di Islamabad Buntu, 21 Jam Negosiasi Tanpa Kesepakatan

Perundingan AS–Iran di Islamabad Buntu, 21 Jam Negosiasi Tanpa Kesepakatan

70

ISLAMABAD (Aswajanews) — Perundingan langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan setelah hampir 21 jam negosiasi intensif.

Kegagalan tersebut dilaporkan media Iran pada Minggu (12/4) dini hari. Kantor berita semi-resmi Tasnim News Agency menyebut pembicaraan menemui jalan buntu akibat “tuntutan berlebihan” dari pihak Amerika Serikat.

Menurut laporan tersebut, delegasi Iran telah mengajukan berbagai inisiatif dan proposal baru selama proses negosiasi guna mendorong tercapainya kesepahaman. Namun, sikap keras Amerika dinilai menjadi penghambat utama kemajuan perundingan.

Media pemerintah Iran, IRIB, juga melaporkan bahwa delegasi Iran bernegosiasi secara intensif selama 21 jam untuk melindungi kepentingan nasionalnya. Meski demikian, tuntutan yang dianggap tidak realistis dari pihak Amerika Serikat membuat pembicaraan tidak menghasilkan kemajuan signifikan.

Sementara itu, upaya Pakistan untuk memfasilitasi kelanjutan perundingan serta pertukaran draf kesepakatan pada Minggu pagi juga tidak membuahkan hasil. Hingga kini, belum ada jadwal maupun lokasi baru untuk putaran negosiasi berikutnya.

Kantor berita Fars melaporkan bahwa Iran menolak sejumlah tuntutan utama Amerika Serikat, termasuk terkait Selat Hormuz, program nuklir damai Iran, serta permintaan untuk memindahkan material nuklir keluar dari wilayah Iran.

Iran menilai Amerika Serikat berupaya mencapai tujuan diplomatik yang sebelumnya gagal diraih melalui jalur militer. Dalam laporan tersebut, delegasi Amerika disebut tidak menunjukkan itikad untuk menurunkan tuntutan, bahkan terkesan mencari alasan untuk mengakhiri perundingan.

Perundingan di Islamabad ini menjadi salah satu kontak langsung paling signifikan antara kedua negara sejak Revolusi Islam Iran 1979. Pertemuan berlangsung di tengah situasi gencatan senjata dua pekan yang masih rapuh di kawasan.

(Sumber: Anadolu Agency)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.