BREBES (Aswajanews.id) – Dalam rangka memperingati malam Nuzulul Qur’an, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) bersama badan otonom NU Kedawon menggelar pengajian di Masjid Jami’ Baitul Muttaqin, Dusun Kedawon, Brebes, pada Senin malam Selasa (16/03/2026).
Kegiatan yang dimotori oleh Pengurus Ranting IPNU–IPPNU Dusun Kedawon ini dihadiri para tokoh NU, pengurus organisasi, serta masyarakat setempat yang memadati lokasi pengajian.
Ketua panitia, Ahmad Riyanto, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya pengajian, mulai dari pengurus NU Kedawon, tokoh masyarakat, hingga para pemuda yang turut berpartisipasi dalam mempersiapkan acara.
Menurutnya, peringatan Nuzulul Qur’an tidak hanya menjadi momentum mengenang turunnya Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan semangat generasi muda dalam menghidupkan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Rais Syuriah NU Kedawon, Kyai Abdul Mukhit, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an di Dusun Kedawon merupakan tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun. Kegiatan tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam menjaga semangat keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
Pada kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk mendukung berbagai program yang telah dicanangkan NU, salah satunya menyalurkan zakat fitrah melalui LAZISNU Dusun Kedawon kepada para amil yang telah ditunjuk. Dukungan masyarakat dinilai sangat penting agar program-program organisasi dapat berjalan dengan baik dan memberi manfaat yang luas.
Ketua MWCNU Kecamatan Larangan, Drs. Sutrisno, M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pengurus NU di berbagai tingkatan, mulai dari ranting hingga kecamatan. Menurutnya, kebersamaan dan kerja sama dalam menjalankan program organisasi akan semakin memperkuat peran NU di tengah masyarakat.
Pengajian Nuzulul Qur’an tersebut menghadirkan mau’idhoh hasanah dari KH. Khoiron Ahsan, Pengasuh Pondok Pesantren As-Salaf Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Brebes, yang juga menjabat sebagai Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah.
Dalam tausiyahnya, KH. Khoiron Ahsan menyampaikan bahwa kehadiran jamaah di majelis ilmu pada malam Nuzulul Qur’an merupakan bentuk ikhtiar untuk mengharapkan rahmat dan kasih sayang Allah SWT.
Ia juga menjelaskan bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh kemuliaan, di mana setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Dalam ceramahnya, ia turut menjelaskan pembagian keutamaan Ramadhan, yaitu sepuluh hari pertama sebagai masa turunnya rahmat, sepuluh hari kedua sebagai masa ampunan, dan sepuluh hari terakhir sebagai masa pembebasan dari api neraka.
KH. Khoiron Ahsan juga menjelaskan proses turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT melalui Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia.
Ia menerangkan bahwa turunnya Al-Qur’an terjadi dalam dua tahap. Pertama, Al-Qur’an diturunkan secara sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke Baitul ‘Izzah di langit dunia pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan. Kedua, Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW selama kurang lebih 23 tahun sesuai dengan peristiwa dan kebutuhan umat saat itu.
Menurutnya, hikmah dari turunnya Al-Qur’an secara bertahap adalah agar lebih mudah dipahami, dihafalkan, serta diamalkan oleh umat Islam. Selain itu, ayat-ayat Al-Qur’an juga seringkali menjadi jawaban atas berbagai persoalan yang dihadapi umat Islam pada masa Nabi.
Ia pun mengajak para jamaah untuk menjadikan momentum Nuzulul Qur’an sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, tidak hanya dengan membacanya, tetapi juga dengan memahami serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan pengajian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH Adnan Syatori, dengan harapan seluruh jamaah senantiasa mendapatkan keberkahan serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai informasi, sebelum rangkaian pengajian dilaksanakan, terlebih dahulu digelar prosesi pelantikan Pengurus Ranting IPNU–IPPNU Dusun Kedawon Masa Khidmat 2026–2028. Diharapkan para pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik serta terus berkontribusi dalam mengembangkan kegiatan kepemudaan dan keagamaan di lingkungan masyarakat Dusun Kedawon.
(A’isy Hanif Firdaus)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































