ENDE (Aswajanews) — Pemuda asal Pacitan, Helmy Yusuf Evendi dan kawan-kawan, menginisiasi gerakan “1000 Buku untuk Anak Ende” sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan pendidikan anak-anak di Ende, Nusa Tenggara Timur. Gerakan ini merupakan respons atas tragedi yang terjadi di Ngada, sekaligus upaya mencegah agar peristiwa serupa tidak terulang kembali, khususnya di wilayah Ende.
Kegiatan awal gerakan berbagi buku dilaksanakan pada Minggu sore, 15 Februari 2026, di beberapa titik perkampungan di wilayah Kota Ende. Dalam kegiatan tersebut, Helmy dan kawan-kawan bekerja sama dengan Grab wilayah Ende membagikan ratusan buku tulis dan bolpoin kepada anak-anak. Kehadiran relawan dan mitra dalam kegiatan ini disambut antusias oleh anak-anak dan masyarakat setempat.
Helmy mengatakan, gerakan ini lahir dari kepedulian terhadap kebutuhan dasar pendidikan anak, khususnya alat tulis yang menjadi bagian penting dalam proses belajar mereka.
“Buku dan bolpoin mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi anak-anak, itu adalah alat untuk belajar, bermimpi, dan membangun masa depan mereka,” ujar Helmy.
Helmy menegaskan bahwa gerakan 1000 buku ini tidak akan berhenti pada tahap awal, melainkan akan terus berlanjut secara bertahap dengan menjangkau lebih banyak anak-anak di berbagai wilayah, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar pendidikan.

Gerakan ini diharapkan menjadi pengingat bersama bahwa kepedulian terhadap pendidikan anak adalah tanggung jawab semua pihak, serta menjadi langkah nyata dalam membangun masa depan generasi muda yang lebih baik.
Di akhir pernyataannya, Helmy menegaskan bahwa esensi gerakan ini terletak pada kepedulian, bukan pada besarnya kontribusi.
“Gerakan ini mengingatkan semua pihak bukan soal tentang besar dan kecilnya peran dan kontribusi kita, namun bagaimana kita bisa berperan sesuai dengan kemampuan kita masing-masing,” tutup Helmy. (Red)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.































