INDRAMAYU (Aswajanews) – Warga Panyindangan Kulon di blok kalen cilik, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. mengeluh lantaran air di rumah nya mengalir sangat kecil sampai seminggu.
Aliran air sumber dari PDAM Tirta Dharma Ayu mengalir mengicir bahkan tidak keluar sejak satu minggu, terhitung sejak mulai hari lebaran idulfitri kemarin, Kamis (21/03/2025).
Keluhan ini viral di media sosial dan warga pun (pelanggan) mengancam tidak akan bayar tagihan bulanan air, dan mengajak warga lain untuk boikot bayar bulanan.
“Bulan ini bayaran sampai 200 ribu, padahal air enggak ngucur selama seminggu. Saya enggak mau bayar sebelum air PDAM dibersihkan dan ngocor kembali. Saya ini kelaparan air bersih seminggu,” ujar salah satu warga Panyindangan Kulon, Titi (42) dalam unggahan videonya yang diposting di medsos X, termasuk beredar luas ke group WhatsApp wartawan, pada Kamis (26/3).
Menurutnya, aliran air PDAM bulan Maret 2026 di Blok Pecuk praktis tidak ngocor sama sekali. Sebagai bentuk protes itu, dirinya mengancam tidak mau membayar tagihan air.
Sementara itu, Sutoni pihak PDAM Tirta Dharma Ayu, saat di konfirmasi wartawan melalui pesan singkat dirinya terkesan memilih bungkam. (Sn)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































