KOTA PEKALONGAN (Aswajanews) – Pimpinan Cabang (PC) IPNU dan IPPNU Kota Pekalongan sukses menggelar Pekalongan Youth Festival (PYF) 2025, sebuah ajang prestisius pelajar NU yang berlangsung sejak 12 hingga 21 Desember 2025 di sejumlah lokasi, di antaranya Gedung Aswaja, Objek Wisata Pasir Kencana, GOR Jetayu, dan GOR Unggul Jaya.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pelajar dan kader IPNU–IPPNU dari tingkat Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan Komisariat (PK), hingga Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kota Pekalongan. Rangkaian PYF 2025 resmi dibuka pada Jumat pagi (12/12/2025) dengan pertandingan cabang olahraga sepak bola di Stadion Jenderal Hoegeng Kota Pekalongan.
Pekalongan Youth Festival 2025 menjadi agenda puncak masa khidmat PC IPNU dan IPPNU Kota Pekalongan, yang dirancang sebagai ruang ekspresi, apresiasi, dan aktualisasi diri kader. Festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga simbol kebersamaan, refleksi perjalanan organisasi, serta momentum lahirnya semangat baru menuju regenerasi kader yang lebih tangguh dan progresif.
Mengusung tema “Gelora Karsa Puncak Juara”, PYF 2025 menghadirkan konsep kegiatan terpadu dengan beragam cabang lomba, di antaranya Sepak Bola, Futsal, Voli Pantai, Badminton, Banjari, Arabic Song, Video Kreatif, Cerdas Cermat, E-Football, hingga Mobile Legends (MLBB). Seluruh cabang lomba disusun dengan mempertimbangkan minat dan bakat pelajar NU agar mampu berkembang secara optimal dalam suasana kompetitif yang edukatif dan rekreatif.
Selain menjadi ajang penyaluran potensi, PYF 2025 juga menjadi sarana memperkuat sinergi antar pimpinan di semua tingkatan, dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas, kreativitas, serta Aswaja an-Nahdliyah.
Pembukaan PYF 2025 dihadiri oleh Staf Ahli Wali Kota Pekalongan Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Dr. Sri Budi Santoso, M.Si, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Pekalongan H. Moh. Machrus Abdullah, Lc., M.Si, Ketua KONI Kota Pekalongan H. Edywan, serta Ketua Harian KORMI Nurkhawi.

Dalam sambutannya, Dr. Sri Budi Santoso menyampaikan bahwa Pekalongan Youth Festival tidak hanya bertujuan meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani, tetapi juga membangun semangat sportivitas dan kompetisi positif dalam menyalurkan bakat pelajar NU se-Kota Pekalongan yang berlandaskan nilai-nilai Aswaja an-Nahdliyah.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Pekalongan menegaskan bahwa IPNU dan IPPNU merupakan wajah masa depan bangsa. Menurutnya, organisasi pelajar NU bukan sekadar wadah keagamaan, tetapi juga ruang perjuangan, kreativitas, dan solidaritas dalam mengembangkan potensi pelajar di bidang olahraga, seni, dan intelektual.
“Jangan pernah malu ber-IPNU dan ber-IPPNU. Di sinilah ruang tumbuhnya kreativitas dan prestasi pelajar NU,” tegasnya.
(Kontributor: Mochamad Yusuf)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































