BREBES (Aswajanews.id) — Bertempat di Lembaga Pendidikan Keagamaan Asrama Pendidikan Islam (API) Bustanul Ulum, Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Pengurus Cabang Persatuan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Kaffah (P4SK) Kabupaten Brebes menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab), Ahad (13/7/2025).
Agenda ini membahas dan merumuskan program kerja jangka menengah untuk periode 2025–2030 sebagai tindak lanjut hasil pemilihan pengurus dalam forum Liqoul Awsat beberapa waktu lalu. Rakercab ini dipimpin oleh Wakil Ketua PC P4SK Brebes, Akhmad Sururi.
“Perubahan dan pergerakan harus kita mulai, meskipun kepengurusan kali ini bersifat tambal sulam atau reposisi. Melalui forum ini, kita berkomitmen menjalankan program kerja dengan mempertimbangkan kekuatan dan kemampuan bersama,” ujar Sururi, yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Lirboyo angkatan tahun 2000.
Ia menegaskan, P4SK memiliki kekuatan dari basis keanggotaan alumni pesantren besar seperti Lirboyo, Sarang, Ploso, Kaliwungu, API Tegalrejo, dan lainnya. Organisasi ini terbuka bagi alumni pesantren yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai Ahlus Sunnah wal Jamaah dan semangat memperkuat tradisi pesantren di tengah masyarakat.
Dalam Rakercab ini, dirumuskan empat program strategis lima tahun ke depan:
Pertama, Penguatan Kurikulum Berbasis Pesantren di Madrasah Diniyah (Madin). Program ini bertujuan meningkatkan mutu pendidikan dasar keagamaan anak-anak yang akan melanjutkan studi ke pesantren. Di dalamnya juga termasuk penguatan kurikulum Aswaja yang akan disinergikan dengan RMI dan FKDT.
“Kebetulan RMI Jateng telah memiliki bahan ajar Aswaja, kita tinggal bangun kerja sama untuk pengadaan bukunya,” jelas Sururi.
Kedua, Dakwah Pesantren Berbasis Jamaah Desa.P4SK akan menggandeng alumni yang telah memiliki jamaah di desa-desa sebagai mitra dakwah. Tujuannya, memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan pesantren dan mendorong mereka memondokkan anak-anaknya.
Ketiga, Program Pesantren Ramadhan di Lembaga Formal. Alumni pesantren akan dilibatkan dalam memberikan materi keagamaan di sekolah-sekolah selama bulan Ramadhan. Ini untuk mengisi kekurangan jam pelajaran PAI di sekolah formal dan memperluas jangkauan dakwah melalui jalur pendidikan.
Keempat, Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Alumni. P4SK mendorong keterlibatan alumni dalam pengembangan ekonomi berbasis komunitas, baik melalui industri rumahan maupun sektor pertanian.
“Kita butuh jaringan kuat untuk pemasaran dan pengembangan usaha alumni,” tegas Sururi.
Ketua PC P4SK Brebes, KH Itmamudin Masruri, menegaskan pentingnya penguatan kurikulum Madin sebagai langkah awal menciptakan santri dengan pondasi keagamaan kuat sejak dini.
“Banyak anak masuk pesantren tanpa bekal keilmuan yang memadai dari Madin. Maka program ini sangat penting,” ujar Gus Itmam, putra dari Almaghfurlah KH Masruri Mughni.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan organisasi keagamaan seperti NU dan FKDT dalam mewujudkan cita-cita besar dakwah pesantren Ahlus Sunnah wal Jamaah di Kabupaten Brebes. (Red/Nas)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.