Perhelatan untuk komunitas Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah di Kab Kudus akan dilaksanakan besok tanggal 1 Januari 2026. Perhelatan formal sebagai amanat tertinggi di tingkat kecamatan dalam bentuk Musyawarah Anak Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah akan dilaksanakan di aula kantor Kementerian Agama Kab Kudus.
Sebagai forum yang menjadi rumah besar MDT akan menentukan progam kerja 4 tahun kedepan, menyusun rekomendasi dan memilih kepengurusan DPAC FKDT Kecamatan untuk masa khidmat 2026 – 2030. Tiga hal ini menjadi amanat penting dalam Musancab FKDT yang diselenggarakan secara serentak oleh DPW FKDT Jawa Tengah.
FKDT sebagai wadah para pegiat pendidikan keagamaan menjadi entitas garda terdepan dalam ikut serta memperkuat pendidikan karakter. Searah dengan hal tersebut perhatian pemerintah daerah Kab Kudus terhadap MDT yang sangat tinggi tentu memiliki makna tersendiri untuk guru MDT terkhusus bagi pengurus FKDT di Kudus. FKDT diharapkan menjadi satu kekuatan yang utuh bersama Pemda Kab Kudus dalam ikut serta mewujudkan visi dan misi Kab Kudus, ” Kudus Bangkit Menuju Kabupaten Modern, Religius, Cerdas, dan Sejahtera”,
Oleh karena itu soliditas kepengurusan FKDT dengan semangat menjunjung tinggi ukhuwah antar Diniyah menjadi modal utama. Diksi religius dan cerdas menjadi wilayah garapan Madrasah Diniyah Takmiliyah yang membutuhkan semangat kebersamaan dan sinergis. Dua hal ini akan dapat mendorong berbagai elemen masyarakat di Kab Kudus untuk menemukan kesadaran pentingnya MDT.

Musancab bukan semata mata memilih siapa yang akan memimpin FKDT Kecamatan empat tahun kedepan, akan tetapi lebih dari itu merumuskan langkah peningkatan kualitas pendidikan MDT juga menjadi bagian yang tidak kalah penting. Hal mengingat eksistensi MDT sebagai lembaga pendidikan non formal keagamaan yang memiliki fungsi menanamkan nilai-nilai tafaquh fiddin sebagai pilar dalan tujuan sistem pendidikan Nasional.
Kementerian Agama Kabupaten Kudus sebagai
lembaga pemerintah memiliki peran dan tanggung jawab sesuai dengan tupoksinya untuk memberikan layanan dan peningkatan kualitas pendidikan secara bersama sama. Oleh karena itu kehadiran Kementerian agama dalam hal ini Seksi PD Pontren selaku pelaksana teknis memiliki arti yang sangat penting untuk melakukan pembinaan dan pelayanan kepada MDT.
Musancab yang dilaksanakan tepat pada tanggal 1 Januari 2026 menjadi momentum untuk mewujudkan semangat baru dalam ikatan kebersamaan (ukhuwah). Sesungguhnya dengan semangat bersama itulah menjadi tonggak awal tahun 2026 untuk mewujudkan MDT bermartabat. Dengan bermartabat maka MDT dibawah kordinasi FKDT akan terus memelihara dan menjaga tradisi keagamaan berbasis pesantren dan terus melakukan inovasi untuk pengembangan kemajuan MDT.
Hadirnya Pemkab Kudus dengan HKGS ( Honorarium Kesejahteraan Guru Swasta ) sebesar satu juta setiap guru MDT menjadi bentuk apresiasi yang luar biasa dan menjadi nomor wahid se Indonesia dari sisi angka nominal rupiah yang diberikan kepada guru MDT. Hal tersebut tentu menjadi keberpihakan dan kebijakan yang sangat bermanfaat untuk umat.
Akhirnya kita berharap semoga Musancab besok bisa terlaksana dengan sukses dan dapat menghasilkan keputusan untuk kemajuan MDT di Kab Kudus. Semangat ukhuwah persaudaraan yang kita junjung bersama menjadi pesan agama untuk selalu berpegang teguh kepada tali agama Alloh. ***
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































