Mimpi itu muskil. Datang tanpa diundang, pergi tanpa permisi.
Tadi malam, entah bagaimana, saya bertemu dengan Abdul Rozak. Ya, Rozak—petani dari Kampung Nagrak, Desa Neglasari, Kecamatan Panca Tengah, Kabupaten Tasikmalaya. Sosok yang pada tahun 1987 menerima penghargaan Kalpataru dari Presiden Suharto sebagai perintis lingkungan. Bahkan setelah wafat, ia dikenang sebagai pahlawan lingkungan.
Kisahnya legendaris. Sejak tahun 1960-an, Rozak bersama keluarganya nekat membobol bukit yang menghalangi aliran Sungai Cipamugaran menuju sawah-sawah warga di hilir. Usaha yang oleh sebagian orang dianggap mustahil—bahkan gila.
“Mana mungkin bukit sepanjang dua kilometer dibobol hanya dengan pacul dan belincong?”
Cemoohan datang bertubi-tubi. Ia disebut “seniwen”. Ada pula yang menyarankan agar ia “diobati” dengan cara-cara yang tak masuk akal. Namun Rozak tak bergeming. Ia terus bekerja, menggali, menembus kerasnya batu dan tanah.
Ketika alat tak cukup, ia menjual kebun dan kerbau warisannya. Uangnya dipakai membeli peralatan dan membayar warga yang bersedia membantu. Sedikit demi sedikit, batu sepanjang 200 meter berhasil ditembus. Sisanya tinggal tanah sepanjang satu kilometer—yang bagi Rozak justru terasa lebih ringan.
Dan akhirnya, pada tahun 1967, “proyek orang gila” itu rampung. Air Sungai Cipamugaran pun mengalir, menghidupi sawah-sawah hingga jauh di hilir. Apa yang dulu dicemooh, berubah menjadi berkah bagi banyak orang.
Namun dalam mimpi saya semalam, Rozak datang bukan untuk dikenang.
Dengan wajah sinis, ia bertanya,
“Kenapa irigasi Cipamugaran sekarang dibiarkan rusak dan tak berfungsi?”
Saya terdiam.
Ia melanjutkan,
“Ke mana para pemimpin itu? Ke mana bupati? Ke mana menteri yang dijuluki ‘bapak infrastruktur’ seperti Basuki Hadimuljono? Katanya punya alat canggih—kok kalah sama pacul dan belincong?”
Saya semakin tak mampu menjawab.
Belum sempat saya berkata apa-apa, saya terbangun. Rozak telah pergi—entah ke mana.
Namanya juga mimpi. Datang tanpa diundang, pergi tanpa permisi.
Namun pertanyaannya… terasa nyata.
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































