BREBES (Aswajanews.id) – Ikatan Keluarga Santri Alumni Al-Hassaniyyah (IKSAMAH) menggelar kegiatan Halalbihalal dan Reuni Akbar ke-4 pada Selasa pagi, 24 Maret 2026, bertempat di Pondok Pesantren Al-Hassaniyyah Kedawon, Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.
Kegiatan yang mengusung tema “Khidmat Alumni Menjaga Sanad, Mempererat Ukhuwah Menggapai Istiqomah” ini berlangsung dengan penuh khidmat dan kehangatan. Para alumni santri dari berbagai angkatan dan daerah tampak antusias menghadiri acara tersebut sebagai bentuk menjaga silaturahmi sekaligus mengenang masa-masa kebersamaan di lingkungan pesantren.
Kegiatan diawali dengan lantunan hadroh dari Dzulfikar Group yang menghadirkan nuansa religius dan penuh kecintaan kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Alunan shalawat yang menggema menambah kekhusyukan suasana serta menjadi pembuka yang menentramkan hati seluruh hadirin.

Ketua Iksamah Ahmad Supardo menyampaikan rasa terimakasih kepada segenap panitia dan para alumni yang sudah berkesempatan hadir pada kegiatan pagi hari ini. Momentum halal bihalal dan reuni alumni ini sudah berjalan 4 tahun semoga terus berlanjut sampai kapanpun. Harapannyaa para alumni yang sudah menamatkan pendidikan silaturahminya tetap berlangsung hingga kapanpun.
Perwakilan Alumni Putra Ustadz Taufik, M.Pd. mengajak bernostalgia dengan para alumni kilas balik pondok pesantren Alhasaniyyah pada tempo dulu. Mari kita doakan Abah yai beserta segenap keluarga diberikan kesehatan dan kita berharap keberkahan dari beliau. Ucapnya.
Perwakilan Alumni Putri Ustadzah Nur Aeni menyampaikan rasa semangat dan berterimakasih karena adanya kegiatan pada pagi hari ini guna sambungan silaturahmi kepada guru-guru dan dzuriyyah pondok pesantren Alhasaniyyah.
Di sela-sela rangkaian acara, para hadirin juga disuguhkan penampilan tari Saman yang dibawakan oleh santri putri Pondok Pesantren Al-Hassaniyyah. Penampilan tersebut memukau dan menambah semarak suasana, sekaligus menjadi wujud pelestarian seni budaya Islami di lingkungan pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, para hadirin juga mendapatkan untaian melalui kalam hikmah yang disampaikan oleh Ibu Nyai Dr. Hj. Alifah, S.Ag.,M.Pd. dan Dr. KH. Nuridin Syamsudin, S.H.,M.Pd.
Ibu Nyai Dr. Hj. Alifah dalam tausiyahnya mengisahkan seorang santri yang telah mondok selama 15 tahun. Karena merasa belum mampu memahami ilmu sebagaimana yang diharapkan, santri tersebut sempat meminta izin untuk boyong. Namun dari kisah tersebut, beliau menegaskan bahwa kunci keberkahan bukan terletak pada cepat atau lambatnya memahami ilmu, melainkan pada adab, kesabaran, dan keistiqomahan dalam menuntut ilmu.
Beliau juga menuturkan bahwa dengan sikap takdzim kepada guru, akhirnya santri tersebut mendapatkan futuhnya ilmu dari sang kyai hingga menjadi pribadi yang sukses dalam kehidupannya. Dari sinilah beliau menegaskan bahwa menjaga sanad keilmuan bukan hanya tentang meneruskan ilmu semata, tetapi juga tentang menjaga adab, memperkuat doa, serta merawat keberkahan dalam setiap langkah kehidupan.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya peran alumni dalam menjaga nilai-nilai pesantren di tengah dinamika zaman, serta menjadikan ukhuwah sebagai kekuatan utama dalam merawat kebersamaan dan keberlanjutan perjuangan.
Sementara itu, Dr. KH. Nuridin Syamsudin dalam kalam hikmahnya mengajak seluruh alumni untuk senantiasa istiqomah dalam berkhidmat, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam perjuangan keagamaan. Beliau juga menegaskan bahwa keberkahan hidup akan senantiasa hadir bagi mereka yang menjaga hubungan dengan guru, mengamalkan ilmu, dan tidak melupakan jati diri sebagai santri.
Kalam hikmah yang disampaikan menjadi penguat spiritual sekaligus pengingat bagi seluruh alumni akan pentingnya menjaga sanad, mempererat ukhuwah, dan terus melangkah dalam istiqomah. Karena pertemuan ini menjadi sambungan kesuksesan kita bersama. Aamiin
Menariknya, dalam kesempatan tersebut para alumni juga mendapatkan ijazah amaliyah dari Abah Yai sebagai bekal spiritual dalam menjalani kehidupan. Ijazah tersebut di antaranya berupa amalan “Allahul Kafi Rabbunal Kafi” yang dianjurkan dibaca sebanyak 17 kali setelah shalat Subuh dan Maghrib sebagai bentuk tawakal dan permohonan kecukupan kepada Allah SWT.
Selain itu, bagi yang memiliki hajat besar, baik dalam perjuangan hidup maupun kehidupan keluarga, dianjurkan membaca amalan tersebut hingga 1000 kali, kemudian ditiupkan ke dalam air untuk digunakan sebagai wasilah ikhtiar batin.
Tidak hanya itu, para alumni yang telah berumah tangga juga mendapatkan ijazah khusus berupa amalan “Ya Kafi, Ya Mughni, Ya Razzaq” yang dibaca sebanyak 4000 kali, dengan harapan memperoleh keberkahan, kelapangan rezeki serta kesuksesan dunia dan akhirat.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dilanjutkan dengan musafahah, Suasana haru dan kehangatan begitu terasa, memperkuat ikatan ukhuwah serta meneguhkan kembali nilai kebersamaan di antara keluarga besar santri Al-Hassaniyyah.
Antusiasme para alumni terlihat dari tingginya partisipasi serta semangat kebersamaan yang terjalin sepanjang acara. Kehangatan yang tercipta menjadi bukti bahwa ikatan batin antar santri Al-Hasaniyyah tetap terjaga, meskipun telah dipisahkan oleh waktu dan jarak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh alumni IKSAMAH senantiasa istiqomah dalam menjaga sanad keilmuan, mempererat ukhuwah islamiyah, serta terus berkhidmat dalam kehidupan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan.
Kegiatan Halalbihalal dan Reuni Akbar ke-4 ini pun menjadi momentum penting dalam memperkuat peran IKSAMAH sebagai wadah silaturahmi, perjuangan, dan pengabdian bagi keluarga besar santri Pondok Pesantren Al-Hasaniyyah. (A’isy Hanif Firdaus)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































