Beranda Pendidikan MDT Penjaga Aqidah, Syariah, dan Akhlak Menuju Generasi Hebat

MDT Penjaga Aqidah, Syariah, dan Akhlak Menuju Generasi Hebat

143

PEMALANG (Aswajanews) – Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang berperan penting dalam menjaga dan menanamkan nilai aqidah, syariah, dan akhlak. Ketiga aspek fundamental tersebut dipelajari secara komprehensif selama empat tahun pada jenjang MDT Ula.

Sebagai bagian dari evaluasi akhir pembelajaran, Dewan Pengurus Anak Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPAC FKDT) Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, menyelenggarakan Ujian Akhir MDT Ula secara bersama. Ujian dilaksanakan selama dua hari, 17–18 Januari 2026.
Kegiatan ini ditutup secara resmi dalam acara Penutupan Ujian Bersama MDT Ula se-Kecamatan Belik.

C6E6B2AE 35E8 45EF 84F4 E5310EA4D032Wakil Ketua DPW FKDT Jawa Tengah, Akhmad Sururi, yang mewakili Ketua DPW FKDT Jawa Tengah, menegaskan bahwa berakhirnya ujian MDT bukanlah akhir dari proses belajar ilmu agama Islam.

“Apa yang dipelajari selama empat tahun di MDT merupakan ikhtiar menjaga aqidah, syariah, dan akhlak. Ketiganya menjadi bekal penting dalam membentuk generasi hebat menuju Indonesia Emas,” ujarnya.

Sururi menekankan pentingnya penguatan nilai keagamaan di tengah tantangan zaman, terutama kondisi moralitas remaja yang dinilai semakin memprihatinkan. Menurutnya, pendidikan MDT menjadi benteng agar generasi muda tetap berada dalam koridor ajaran Islam.

Ia juga berpesan kepada para lulusan MDT agar senantiasa menjaga akhlak kepada guru. Meski secara fisik telah berpisah, hubungan ruhani antara guru dan murid harus tetap terjaga melalui doa dan adab yang baik.

“Hubungan guru dan murid di MDT bukan sekadar transfer ilmu, tetapi hubungan batin yang penuh keberkahan,” tambahnya.

4C40141B D6F8 42A4 8AE0 A641CBFB374A

Di hadapan ratusan peserta ujian dari 21 MDT Ula se-Kecamatan Belik, Sururi turut mengapresiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang yang telah menjadikan ijazah MDT sebagai nilai poin dalam persyaratan SPMB (Seleksi Penerimaan Murid Baru). Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pendidikan Madrasah Diniyah.

Acara penutupan turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang, H. Syarif Hidayat, didampingi Kasi PD Pontren H. Hanif, Camat Belik, Ketua DPC FKDT Kabupaten Pemalang KH. Mifathudin, serta seluruh pengawas ujian.

Kepala Kemenag Kabupaten Pemalang menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas suksesnya pelaksanaan Ujian Akhir MDT yang digelar secara bersama, seraya berharap MDT terus menjadi pilar utama pendidikan keagamaan di masyarakat.
(Red/Nas)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.