
BANDUNG (Aswajanews.id) – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Ciwidey, Kabupaten Bandung, menuai sorotan setelah muncul keluhan dari siswa dan guru terkait paket makanan yang dinilai tidak memenuhi kelayakan porsi maupun kandungan gizi untuk konsumsi selama tiga hari.
Keluhan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengawasan program di tingkat lapangan, terutama setelah pihak Kecamatan Ciwidey menyampaikan bahwa monitoring terhadap pendistribusian MBG baru direncanakan dilakukan pada Kamis mendatang.
Menanggapi keluhan tersebut, Camat Ciwidey, Nardi Sunardi, menyampaikan bahwa pihak kecamatan telah meminta penjelasan dari pengelola dapur MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lebakmuncang 3.
Dalam pesan singkat yang diterima, Nardi menyebut pengelola program menjelaskan bahwa menu makanan yang dibagikan telah disusun sesuai dengan ketentuan dari Badan Gizi Nasional serta rekomendasi ahli gizi.
“Pihak Kecamatan sudah meminta penjelasan dari KSPPG Lebakmuncang 3. Mereka menyampaikan bahwa menu yang diberikan sudah sesuai dengan yang disyaratkan oleh BGN dan ahli gizi, termasuk dari sisi harga,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.
Ia menambahkan, pihak kecamatan juga akan melakukan monitoring terhadap pendistribusian program MBG ke sekolah-sekolah di wilayah Ciwidey.
“Pihak Kecamatan akan terus memonitor dan mengawasi setiap pendistribusian MBG ke setiap sekolah agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Terkait waktu pelaksanaan monitoring tersebut, Nardi menyampaikan pengawasan direncanakan mulai dilakukan pada Kamis mendatang.
“Insya Allah bade dimulai Kamis pami teu aya rapat dadakan di Soreang,” katanya.
Sementara itu, pihak pengelola dapur MBG dari SPPG Lebakmuncang 3 juga memberikan tanggapan atas keluhan yang muncul.
Kepala KSPPG Lebakmuncang 3, Radya Miska Sanjaya, menyatakan pihaknya terbuka untuk melakukan evaluasi apabila terdapat menu yang dinilai kurang sesuai.
“Iya pak, insya Allah kalau ada menu yang kurang bagus bakal kami evaluasi lagi. Kami akan kasih yang terbaik buat Kecamatan Ciwidey,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.
Radya juga menyebut program MBG yang mereka kelola sejauh ini mendapat respons positif di media sosial.
“Alhamdulillah di media sosial TikTok kami mendapat respons positif. Boleh dilihat di akun TikTok kami,” ujarnya.
Meski demikian, respons yang disampaikan kedua pihak tersebut masih memunculkan sejumlah pertanyaan, terutama terkait evaluasi konkret atas keluhan yang disampaikan siswa dan pihak sekolah sebagai penerima langsung program.
Pasalnya, paket makanan MBG yang dikeluhkan diketahui telah dibagikan sejak Senin untuk kebutuhan hingga Rabu, sementara monitoring dari pihak kecamatan baru direncanakan dilakukan pada Kamis.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan dalam pelaksanaan program MBG di tingkat lapangan, khususnya dalam memastikan kualitas menu serta kelayakan porsi makanan yang diterima para siswa.
Sejumlah pihak menilai evaluasi yang lebih terbuka dan menyeluruh perlu dilakukan agar pelaksanaan program yang berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional tersebut benar-benar berjalan sesuai tujuan, yakni meningkatkan asupan gizi dan kesehatan para pelajar.
Semua tanggapan dari Camat Ciwidey, Nardi Sunardi, dan Kepala KSPPG Lebakmuncang 3, Radya Miska Sanjaya, diterima melalui pesan WhatsApp pada Selasa (10/3/2026).
(Uus)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.































