Beranda Aktual Kuota Haji Kabupaten Bandung Turun Drastis, 582 Jemaah Berangkat via Kertajati

Kuota Haji Kabupaten Bandung Turun Drastis, 582 Jemaah Berangkat via Kertajati

0
Suasana kegiatan manasik haji tingkat Kabupaten Bandung di Masjid Agung Al Fathu, Soreang, Sabtu (4/4/2026)

BANDUNG (Aswajanews.id) – Sebanyak 582 calon jemaah haji asal Kabupaten Bandung dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi melalui Embarkasi Bandara Internasional Kertajati (KJT).

Dari total tersebut, 441 jemaah tergabung dalam kloter pertama. Sementara itu, kloter kedua berjumlah 155 jemaah yang akan diberangkatkan bersama jemaah dari Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Bekasi.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bandung, H. Dudi Suryadarma, menyampaikan bahwa kloter pertama dijadwalkan berangkat pada 9 Mei 2026, dengan para jemaah mulai masuk asrama sehari sebelumnya. Adapun kloter kedua akan diberangkatkan pada 18 Mei 2026 melalui Lanud Sulaeman, Kecamatan Margahayu, sebelum menuju Embarkasi Kertajati.

Seluruh jemaah tahun ini akan diberangkatkan melalui Kertajati dengan asrama haji berlokasi di wilayah Indramayu sebelum melanjutkan penerbangan ke Tanah Suci.

Dudi mengungkapkan, jumlah jemaah haji Kabupaten Bandung tahun ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 2.564 orang. Penurunan ini disebabkan oleh perubahan sistem kuota yang kini mempertimbangkan daftar tunggu pendaftar haji secara lebih ketat.

Selain jumlah keberangkatan, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji juga diukur dari indikator lain, seperti menurunnya angka kematian, berkurangnya jemaah tersesat, serta meningkatnya kualitas pelayanan.

โ€œTahun lalu ada enam jemaah asal Kabupaten Bandung yang wafat di Tanah Suci. Harapan kita tahun ini seluruh jemaah bisa pulang dalam keadaan sehat,โ€ ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan, mengingat kesehatan menjadi faktor utama dalam kelancaran ibadah haji.

Terkait situasi keamanan di Timur Tengah, Dudi memastikan hingga saat ini kondisi masih aman. Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi guna memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah.

โ€œArab Saudi masih membuka pelayanan bagi jemaah dari berbagai negara. Untuk jemaah Indonesia, insyaallah aman,โ€ pungkasnya.

(Reporter: Uus/Nas)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.