BANDUNG (Aswajanews.id) — Ketua Yayasan Panata Giri Raharja, Memet Ahmad Surahman, yang akrab disapa Eyang Memet, menyampaikan pandangannya mengenai kesadaran lingkungan dalam sebuah perbincangan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Dalam perbincangan tersebut, ia berbicara mengenai hubungan manusia dan alam dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita hidup dari udara, air, dan tanah yang sama. Apa yang terjadi pada alam akan berdampak pada kehidupan manusia,” ujarnya.
Ia mengatakan perubahan kondisi lingkungan dapat dirasakan melalui kualitas air, udara, maupun perubahan cuaca.
“Ketika kualitas air berubah atau udara terasa berbeda, itu menjadi tanda yang perlu diperhatikan,” katanya.
Ia juga menyebut bahwa manusia memanfaatkan sumber daya alam untuk kebutuhan hidup.
“Memanfaatkan alam bukan hal yang dilarang, tetapi perlu kesadaran tentang batas dan dampaknya,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga membahas keteraturan alam sebagai bagian dari tatanan kehidupan.
“Di alam, setiap unsur memiliki peran masing-masing. Tidak semuanya sama, tetapi berada dalam satu tatanan,” ujarnya.
Ia mengatakan kebiasaan sehari-hari memiliki kaitan dengan kondisi lingkungan.
“Hal kecil yang dilakukan terus-menerus akan menjadi kebiasaan,” katanya.
Perbincangan tersebut berlangsung tanpa agenda formal dan tidak dalam forum diskusi resmi.
(Reporter: Uus)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































