Beranda Pendidikan Ketua IPARI Brebes Inisiasi Pesantren Ramadhan Center

Ketua IPARI Brebes Inisiasi Pesantren Ramadhan Center

0
KH Mu'min Syafiq, Lc, Ketua IPARI Brebes

BREBES (Aswajanews) – Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Brebes, KH Mu’min Syafiq, Lc, menginisiasi kegiatan Pesantren Ramadhan di lingkungan pendidikan formal Kabupaten Brebes. Program ini merupakan wujud keterpanggilan nurani untuk memberikan pencerahan serta pemahaman Islam rahmatan lil ‘alamin kepada komunitas pelajar.

Pesantren Ramadhan dihadirkan sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter keagamaan bagi generasi muda, khususnya di lingkungan sekolah formal.

“Kita harus hadir untuk bangsa, khususnya komunitas pelajar, dalam rangka memberikan pemahaman keagamaan Islam yang moderat. Moderasi beragama menjadi sikap yang harus dimiliki generasi bangsa, agar tidak terpengaruh pemahaman ekstrem kanan maupun kiri,” ujar KH Mu’min Syafiq.

Ia menambahkan, sejumlah survei menunjukkan adanya peningkatan sikap intoleransi di kalangan pelajar. Karena itu, Pesantren Ramadhan menjadi salah satu ikhtiar strategis untuk mencegah tumbuhnya intoleransi dan radikalisme di lingkungan pendidikan.

Dalam menggerakkan program ini, IPARI menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Brebes. Kolaborasi lintas elemen ini diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan generasi berakhlak dengan fondasi religius yang kokoh.

Sebagai Ketua IPARI Brebes, KH Mu’min Syafiq telah mengajak para penyuluh agama di Kecamatan Brebes, Wanasari, dan Bulakamba untuk bersama-sama menyukseskan Pesantren Ramadhan di sekolah-sekolah. Para penyuluh memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan keagamaan yang damai, toleran, dan menyejukkan kepada para pelajar.

“Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, nilai-nilai agama menjadi kekuatan spiritual yang mewarnai perilaku pelajar. Pesantren Ramadhan hadir untuk mewujudkan generasi yang memiliki kematangan dalam beragama. Kematangan beragama menjadi pondasi penting bagi terciptanya masyarakat yang damai dan tenteram,” lanjut Pengasuh Pengajian Rutin di Masjid Agung Brebes tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa program ini sejalan dengan program Kemendikdasmen tentang tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, yang salah satunya adalah kebiasaan beribadah. Pesantren Ramadhan diharapkan mampu memperkuat kebiasaan tersebut melalui pemahaman ilmu ibadah yang benar, sehingga nilai-nilai ibadah dapat terinternalisasi dalam diri pelajar.

“Dengan pemahaman yang baik, pelajar diharapkan terhindar dari tindakan kriminalitas maupun perilaku amoral,” tambahnya.

Untuk mendukung pelaksanaan program, telah dibentuk tim bernama Pesantren Ramadhan Center yang terdiri dari unsur Penyuluh Kemenag, DMI, dan FKDT. Dalam waktu dekat, tim akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama, Kasi PAIS, serta lembaga pendidikan formal yang menjadi sasaran program.

“Kita sudah sepakat melaksanakan program Pesantren Ramadhan. Dalam waktu dekat akan dilakukan koordinasi dengan Kemenag dan lembaga pendidikan formal,” pungkas KH Mu’min Syafiq.

(Red)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.