Beranda Aktual Kemenag Luncurkan Program Masjid Ramah Pemudik Nataru 2025–2026, Karawang Jadi Titik Awal...

Kemenag Luncurkan Program Masjid Ramah Pemudik Nataru 2025–2026, Karawang Jadi Titik Awal Nasional

420

KARAWANG (Aswajanews.id) – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam menggelar Kick Off Program Masjid Ramah Pemudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan tema “Masjid Berdaya Berdampak”. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Jami’ An-Nur, Kabupaten Karawang, Selasa (23/12/2025).

Program Masjid Ramah Pemudik merupakan inisiatif Kemenag RI untuk mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat pelayanan umat, khususnya bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan libur akhir tahun.

Melalui program ini, masjid diharapkan menjadi tempat singgah yang aman dan nyaman dengan menyediakan berbagai fasilitas dasar, seperti tempat istirahat, toilet bersih, air minum, serta informasi perjalanan.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag RI, Dr. H. Arsad Hidayat, Lc., M.A., menjelaskan bahwa program Masjid Ramah Pemudik pada momentum libur Natal dan Tahun Baru merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah dilaksanakan saat arus mudik Lebaran.

“Kalau kita bicara masjid ramah pemudik, ini mungkin yang kedua. Sebelumnya kita sudah melaksanakan masjid ramah pemudik Lebaran. Wajar jika kemudian muncul pertanyaan, mengapa pada Natal dan Tahun Baru kita juga ikut berperan,” ujarnya.

Menurut Arsad, kehadiran masjid pada momentum libur Nataru justru menegaskan fungsi masjid sebagai pusat pelayanan sosial yang terbuka bagi semua kalangan, tidak hanya umat Islam.

“Nilai yang ingin kita tunjukkan adalah bahwa masjid bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat luas, termasuk di luar umat Islam, tentu dalam batas-batas yang sesuai,” jelasnya.

Ia menambahkan, program masjid ramah merupakan bagian dari agenda besar Direktorat Urais Binsyar, yang mencakup konsep masjid ramah anak, ramah perbedaan, ramah keberagaman, hingga ramah lingkungan. Masjid juga didorong menjadi pusat penguatan ekoteologi serta ruang penyelesaian konflik sosial.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang, Dr. H. Sopian, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan rasa bangga atas ditunjuknya Karawang sebagai lokasi kick off Program Masjid Ramah Pemudik Natal dan Tahun Baru oleh Kemenag RI.

“Kemenag Karawang merasa sangat bangga dan luar biasa karena kick off masjid ramah pemudik dilaksanakan di masjid yang ada di Kabupaten Karawang. Ini merupakan awal dari program nasional Kementerian Agama RI,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Agama, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, serta Direktur Urais Binsyar yang telah mempercayakan Karawang sebagai lokasi kegiatan.

“Mudah-mudahan ini menjadi keberkahan, khususnya bagi Kabupaten Karawang, sehingga Karawang benar-benar menjadi kabupaten yang maju,” katanya.

Menurut Sopian, penunjukan Masjid Jami’ An-Nur dinilai tepat karena lokasinya berada di jalur mudik non-tol yang padat dan kerap menjadi tempat singgah para pemudik.

“Jalur ini merupakan jalur mudik utama bagi pemudik yang tidak masuk tol. Banyak masyarakat yang beristirahat di kawasan ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, Program Masjid Ramah Pemudik pada momentum Natal dan Tahun Baru ini merupakan yang pertama kali digelar dan diharapkan dapat berlanjut pada momentum Ramadan dan Idulfitri mendatang.

“Insya Allah, ke depan masjid ini juga akan kembali menjadi masjid ramah pemudik pada bulan puasa dan menjelang Hari Raya,” pungkasnya.
(Red)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.