Beranda Nasional Pelayanan Publik Kemenag Kabupaten Bandung Apresiasi Peringatan Nuzulul Quran, Dorong ASN Jadi Teladan Zakat

Kemenag Kabupaten Bandung Apresiasi Peringatan Nuzulul Quran, Dorong ASN Jadi Teladan Zakat

131
H. Ramlan Rustandi, S.Ag.,M.Si., Kepala Kemenag Kabupaten Bandung

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung, Ramlan Rustandi, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bandung yang memfasilitasi peringatan Nuzulul Quran di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, serta perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung.

Menurut Ramlan, peringatan Nuzulul Quran merupakan agenda rutin yang digelar setiap pertengahan Ramadan. Namun pada tahun ini pelaksanaannya memiliki dinamika tersendiri di tengah berbagai tantangan pelaksanaan ibadah Ramadan.

Meski demikian, ia menilai sinergi antara ulama dan umara mampu menjaga kondusivitas serta kelancaran berbagai kegiatan keagamaan di Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah kebersamaan ulama dan umara mampu menjaga pelaksanaan kegiatan keagamaan selama Ramadan tetap berjalan baik,” ujarnya.

C4C1CED6 0B45 4FB6 BDD4 175490E9BAA6
Forkopimda dan Baznas foto bersama di Rumah Dinas Bupati Bandung

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan simbolis pembayaran zakat fitrah, infak, dan zakat mal yang difasilitasi BAZNAS sebagai bentuk kepedulian sosial masyarakat.

Ramlan menambahkan, Bupati Bandung dalam kesempatan itu juga menyampaikan sejumlah program penguatan kepada instansi terkait, termasuk Kementerian Agama, agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Di lingkungan Kemenag Kabupaten Bandung sendiri, pengumpulan zakat fitrah telah menjadi kegiatan rutin setiap Ramadan. Selain itu terdapat pula pengumpulan infak serta zakat profesi melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag.

Ia menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag diharapkan dapat menjadi teladan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat.

“ASN harus menjadi inspirasi bagi masyarakat Kabupaten Bandung dengan menunaikan zakat fitrah sebagai penyempurna ibadah puasa,” kata Ramlan.

Selain isu zakat, Ramlan juga menyoroti persoalan honor guru madrasah formal yang hingga kini masih berbeda dengan sekolah negeri. Menurutnya, aspirasi para guru madrasah perlu terus diperjuangkan agar mendapatkan perhatian yang lebih layak.

Kemenag Kabupaten Bandung, lanjutnya, telah melakukan koordinasi dengan Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGM Indonesia), kepala seksi madrasah, serta perwakilan kepala madrasah.

Aspirasi tersebut juga telah disampaikan kepada DPR RI dan Kementerian Agama pusat dan saat ini menjadi salah satu program prioritas yang terus dipantau perkembangannya.

Terkait Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Kabupaten Bandung, Ramlan mengatakan kajian masih difokuskan pada potensi pengumpulan zakat serta regulasi yang berlaku, termasuk Keputusan Menteri Agama (KMA) dan peraturan BAZNAS.

“Pengelolaan zakat harus sesuai syariat dan regulasi agar amanah dapat terlaksana secara jelas dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

(Reporter: Uus/Anas)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.