Beranda Aktual Kemenag Jabar Perkuat Pembinaan SDM ASN, Hampir 11 Ribu ASN Baru Diangkat...

Kemenag Jabar Perkuat Pembinaan SDM ASN, Hampir 11 Ribu ASN Baru Diangkat Sepanjang 2025

138

BANDUNG (Aswajanews) – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengelolaan dan pembinaan sumber daya manusia aparatur, seiring besarnya jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diangkat di Jawa Barat sepanjang 2025.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si, saat membuka Rapat Koordinasi Pembahasan Penyelesaian Tenaga Non-ASN Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat yang digelar di Hotel Grand Tjokro Premiere Bandung, Kamis (18/12/2025).

“Terima kasih atas kehadiran serta perhatian Biro SDM terhadap dinamika kepegawaian di Jawa Barat. Wilayah ini memiliki tantangan tersendiri karena sangat luas, terdiri dari 27 kabupaten dan kota yang tersebar di berbagai penjuru. Dinamika mutasi, penempatan, dan adaptasi ASN perlu terus kita kelola bersama,” ujar Dudu Rohman.

Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 10.986 orang diangkat menjadi ASN, baik melalui jalur PPPK maupun CPNS. Menurutnya, jumlah tersebut memerlukan langkah serius berupa sosialisasi kebijakan, pembinaan berkelanjutan, serta penguatan pemahaman regulasi kepegawaian agar seluruh ASN mampu menjalankan tugas secara profesional dan berintegritas.

“Momentum kebersamaan di akhir tahun ini juga menjadi bagian dari evaluasi kinerja. Evaluasi ini penting sebagai refleksi bersama untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan Kementerian Agama kepada masyarakat,” katanya.

Dudu Rohman juga menekankan pentingnya penguatan humanity capacity atau kapasitas kemanusiaan aparatur sebagai kunci utama membangun Kementerian Agama yang benar-benar hadir di tengah masyarakat dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan beragama.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyinggung nilai historis dan kultural Kota Bandung sebagai bagian dari identitas Jawa Barat yang sarat makna perjuangan, kebersamaan, dan semangat cinta, yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh ASN Kementerian Agama.

“Semoga kebersamaan ini menjadi energi positif bagi kita semua untuk terus menjadikan Kementerian Agama sebagai kementerian yang hadir dan berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Sekretariat Jenderal Kemenag RI, Dr. H. Wawan Junaedi, M.A, dalam arahannya menyoroti sejumlah persoalan teknis pengelolaan SDM, khususnya terkait pembiayaan tenaga alih daya serta tantangan manajemen kepegawaian di satuan kerja.

Menurut Wawan, evaluasi akhir tahun juga menjadi momentum refleksi atas capaian target kinerja SDM. Sejak hampir dua tahun terakhir, Biro SDM Kemenag RI menetapkan empat pilar utama pengembangan SDM, yakni regulasi yang responsif, manajemen kinerja dan potensi, digitalisasi layanan, serta penguatan budaya kerja.

Keempat pilar tersebut akan diterapkan secara seragam hingga ke daerah melalui sistem penilaian berbasis Indeks Maturitas Tata Kelola SDM, sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1813. Indeks ini menjadi instrumen penguatan kualitas ASN sekaligus dasar pemberian penghargaan, baik bagi PNS maupun PPPK.

“Pengembangan SDM Kementerian Agama tidak hanya difokuskan pada ASN, tetapi juga mencakup pemangku kepentingan lainnya, seperti siswa madrasah, peserta didik sekolah keagamaan, serta mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN),” jelasnya.

(Kontributor: Shinta)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.