Beranda Nusantara Kajian Subuh Rutin Warnai Masjid Nurul Hidayah Siasem, Jamaah Diajak Istiqamah Menyambut...

Kajian Subuh Rutin Warnai Masjid Nurul Hidayah Siasem, Jamaah Diajak Istiqamah Menyambut Ramadhan

85

BREBES (Aswajanews) – Masjid Jami Nurul Hidayah, Desa Siasem, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, secara rutin menggelar kegiatan Kajian Subuh setiap hari Minggu. Kegiatan ini diikuti jamaah shalat Subuh dengan menghadirkan para kiai dan mubalig dari berbagai wilayah di Kabupaten Brebes.

Pada Minggu, 25 Januari 2025, kajian Subuh diisi oleh Akhmad Sururi dari Desa Jagalempeni, Kecamatan Wanasari. Dalam ceramahnya yang berlangsung sekitar satu jam, ia mengajak jamaah untuk mensyukuri hidayah Allah SWT yang memungkinkan mereka istiqamah melaksanakan shalat Subuh berjamaah sekaligus menghadiri majelis ilmu.

“Pagi ini kita diberi kekuatan dan hidayah untuk shalat Subuh berjamaah dan mengikuti kajian. Tidak semua orang bisa melakukannya. Kita berdoa semoga mereka yang belum bisa berjamaah di masjid, kelak diberi kesempatan dan kemudahan oleh Allah SWT,” ujarnya di awal tausiyah.

BD563ADB 1EB4 4806 8B6F 7B426ECF4E8D

Sekretaris MWC NU Wanasari itu menegaskan bahwa shalat Subuh berjamaah yang dilanjutkan majelis ta’lim merupakan sebuah keberuntungan besar. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW tentang “taman surga” yang dimaksud sebagai majelis ilmu dan majelis dzikir, tempat yang dianjurkan untuk disinggahi oleh umat Islam.

Sururi juga menyampaikan sebuah riwayat yang menggugah hati, bahwa andaikan seluruh penghuni kubur dibangkitkan, niscaya mereka akan berbondong-bondong mendatangi majelis ta’lim karena penyesalan semasa hidup tidak memanfaatkannya.

“Penyesalan di alam kubur tidak lagi berguna. Dunia inilah tempat beramal dan menanam kebaikan. Sebagaimana pesan Imam Al-Ghazali, dunia adalah ladang untuk akhirat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris PD DMI Kabupaten Brebes juga menyampaikan kisah keteladanan seorang sahabat Nabi SAW bernama Sya’ban, yang dikenal sangat istiqamah berjamaah. Meski rumahnya cukup jauh dari Masjid Nabawi, ia selalu hadir lebih awal dan menempati saf depan sebelah kanan sebelum azan dikumandangkan.

1BF1432C 6B45 444F AF67 9B217F1E45B2

Menjelang datangnya bulan Syaban, alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri angkatan 2000 itu mengajak jamaah untuk meningkatkan kualitas ibadah, termasuk memperbanyak puasa sunah. Ia juga mengingatkan keutamaan malam Nisfu Syaban, yang dianjurkan untuk memperbanyak doa dan ibadah.

“Doa pada malam Nisfu Syaban akan cepat diijabah Allah SWT, kecuali bagi orang musyrik, durhaka kepada orang tua, memutus silaturahmi, dan yang terus-menerus mabuk minuman keras,” jelasnya.

Sebagai penutup, Ketua DPC FKDT Kabupaten Brebes mengajak jamaah menjadikan bulan Syaban sebagai momentum membersihkan hati dalam rangka menyambut Ramadhan.

“Rajab telah berlalu sebagai bulan membersihkan jasad. Syaban adalah bulan membersihkan hati. Jika hati bersih, kita akan mampu merasakan keagungan tamu mulia bernama Ramadhan,” pungkasnya.
(Red/Nas)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.