Beranda Aktual Indonesia Berzikir 2025: Malam Tahun Baru Tanpa Hura-Hura, Penuh Doa dan Kepedulian

Indonesia Berzikir 2025: Malam Tahun Baru Tanpa Hura-Hura, Penuh Doa dan Kepedulian

162

JAKARTA (Aswajanews) – Yayasan Rumah Berkah Nusantara berkolaborasi dengan Majelis Zikir Az-Zikra dan Masjid Agung At-Tin akan menggelar kegiatan Indonesia Berzikir pada malam pergantian Tahun Baru. Acara muhasabah dan doa bersama ini akan berlangsung selama dua hari, 30–31 Desember 2025, bertempat di Masjid Agung At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Berzikir, Ustaz Syahruddin El Fikri, menjelaskan bahwa Indonesia Berzikir merupakan puncak dari rangkaian kegiatan sosial, edukatif, dan spiritual yang digelar selama dua hari penuh.

“Rangkaian kegiatannya meliputi khitanan massal bagi anak yatim dan dhuafa, santunan yatim, bazar buku, bazar UMKM, donor darah, diskusi kuliner, diskusi parenting, belajar ngaji Al-Qur’an metode 30 menit, diskusi buku dan kepenulisan, hingga puncaknya Indonesia Berzikir,” ujar Syahruddin, Minggu (28/12/2025).

Ketua Umum Yayasan Rumah Berkah Nusantara menambahkan, sejumlah tokoh nasional telah menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Menteri Agama RI Nasaruddin Umar serta Komisioner Baznas RI Noor Achmad.

Selain itu, acara ini juga akan dihadiri sejumlah ulama dan tokoh agama, seperti KH. Manarul Hidayat (PBNU), KH. Cholil Nafis, Pengasuh Pondok Pesantren La Tansa KH. Adrian Mafatihallah Kariem, serta penampilan salah satu qari internasional yang diharapkan menambah kekhidmatan acara.

Syahruddin yang juga dikenal sebagai jurnalis dan dai menegaskan, kegiatan Indonesia Berzikir tidak dimaksudkan untuk menghakimi cara masyarakat merayakan malam tahun baru. Kegiatan ini, kata dia, justru menawarkan alternatif yang lebih reflektif dan bermakna.

“Kami hanya memberikan pilihan bagi masyarakat untuk menyambut tahun baru dengan muhasabah dan berzikir, agar kehidupan di masa depan menjadi lebih baik,” jelasnya.

Ia juga menyinggung kondisi bangsa yang tengah menghadapi berbagai musibah. Menurutnya, bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia seharusnya menggugah kepedulian bersama.

“Saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat membutuhkan uluran tangan. Alangkah bijaksananya jika dana yang biasanya digunakan untuk membeli kembang api dialihkan untuk membantu mereka yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Majelis Zikir Az-Zikra, KH. Muhammad Abdul Syukur Yusuf, menilai momentum pergantian tahun seharusnya diisi dengan kegiatan yang membawa kebaikan dan perbaikan diri.

“Sudahi kegiatan berhura-hura. Mari kita bermuhasabah dan mengisi tahun baru dengan berzikir, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, serta bershalawat kepada Nabi,” ajaknya.

Menurutnya, muhasabah merupakan sarana penting untuk memperbaiki kualitas diri dan kehidupan ke depan.

“Kita semua sudah terlalu banyak berbuat dosa. Jangan sampai karena dosa dan kemaksiatan merajalela, kita lalai mengingat dan bahkan menjauh dari Allah. Mari kita mendekatkan diri kepada-Nya,” pungkasnya.

(Red)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.