BANDUNG (Aswajanews.id) – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kabupaten Bandung tidak berhenti pada seremoni. Senin (16/2/2026), sejumlah insan pers memilih turun langsung ke masyarakat, menyalurkan bantuan sosial di dua titik berbeda sebagai bagian dari refleksi peran pers di tengah kehidupan sosial.
Di Lapangan Tok Tak, RT 06 RW 04 Desa Gandasari, Kecamatan Katapang, bantuan sembako dibagikan kepada warga menjelang Ramadan. Suasana berlangsung sederhana, tanpa panggung besar dan tanpa protokoler berlebihan. Wartawan yang sehari-hari terbiasa memegang alat rekam dan buku catatan, kali ini tampak memanggul paket bantuan dan menyapa warga satu per satu.
Ketua RW 04 Desa Gandasari, Dadang SOG, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai kehadiran insan pers secara langsung di lingkungan warga menjadi pesan tersendiri bahwa profesi wartawan tidak terpisah dari realitas sosial masyarakat.
“Ini bukan hanya soal bantuan, tapi perhatian. Warga merasa diperhatikan,” ujarnya di sela kegiatan.
Salah seorang warga, Umi Romlah, bahkan menyampaikan doa secara langsung di lokasi pembagian. Ia berharap para wartawan yang terlibat diberikan kelancaran dan keberkahan dalam menjalankan tugasnya. Doa itu terucap spontan, mencerminkan kedekatan yang terbangun dalam suasana yang hangat.
Rangkaian kegiatan berlanjut di Gedung Aula Desa Tribakti Mulya, Kecamatan Pangalengan. Di lokasi tersebut, peringatan HPN juga ditandai dengan potong tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Momentum itu tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga ruang silaturahmi antara pers dan unsur pemerintahan desa.
Kepala Dusun Desa Tribakti Mulya yang mewakili pemerintah desa menyampaikan apresiasi atas langkah sosial yang dilakukan. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi contoh bahwa elemen masyarakat dapat berjalan beriringan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan Ibu Ai, warga Kampung Ciruntah RT 3 RW 04. Ia mengaku bantuan tersebut terasa berarti menjelang Ramadan, ketika kebutuhan rumah tangga meningkat.

Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari organisasi kepemudaan Prima Citeureup Dayeuhkolot. Pembinanya, Adi, menegaskan bahwa sinergi antara pemuda dan insan pers perlu terus dirawat, terutama dalam kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Koordinator kegiatan, H. Asep Sahrial atau Kang Awing, mengatakan bahwa aksi sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan, bukan agenda satu kali. Ia menyebut insan pers Kabupaten Bandung berencana melanjutkan kegiatan berbagi takjil selama Ramadan mendatang dengan sasaran masyarakat di sejumlah titik, termasuk para pengemudi ojek.
“Insyallah kita lanjutkan di bulan Ramadan. Pers harus hadir, bukan hanya memberitakan, tapi juga berbagi. Salam Bedas untuk rekan-rekan semua — Bedas, Bedas, Bedas wel,” ujarnya.
Di tengah berbagai dinamika yang mengiringi dunia pers, langkah sederhana ini menjadi pengingat bahwa kekuatan utama wartawan tetap terletak pada kedekatan dengan publik. HPN 2026 di Kabupaten Bandung pun dimaknai bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan penguatan fungsi sosial yang terus dijaga.
(Reporter: Uus)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































