Beranda Nasional Politik dan Pemerintahan Dari MBG hingga Pendidikan Berkualitas: Strategi Prabowo Membangun Indonesia

Dari MBG hingga Pendidikan Berkualitas: Strategi Prabowo Membangun Indonesia

117
Oleh : Kamas Wahyu Amboro, S.Ag, M.Pd

Salah satu tantangan mendasar bangsa Indonesia menuju Indonesia Emas adalah persoalan kelaparan, kemiskinan, kualitas sumber daya manusia (SDM), kesehatan, dan pendidikan. Presiden Prabowo Subianto menempatkan persoalan-persoalan tersebut bukan sebagai isu yang berdiri sendiri, melainkan sebagai satu rangkaian masalah struktural yang harus ditangani secara komprehensif dan berkelanjutan.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi langkah strategis dan konkret dalam pengentasan kelaparan dan kekurangan gizi, khususnya bagi peserta didik dari jenjang pendidikan dasar, SMP, hingga SMA. Program ini tidak hanya berdimensi karitatif, tetapi juga bersifat preventif dan transformatif, karena memastikan generasi muda memperoleh asupan gizi yang memadai pada masa pertumbuhan dan perkembangan kognitif mereka. Dengan demikian, MBG berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas belajar dan kesehatan anak bangsa.

Namun demikian, Presiden Prabowo tidak berhenti pada penanganan persoalan yang tampak di permukaan, seperti kelaparan dan gizi buruk. Ia tetap menjalankan dan memperkuat berbagai program strategis yang berorientasi pada pengembangan dan peningkatan kualitas SDM, antara lain melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), beasiswa LPDP, hibah penelitian, serta berbagai program pelatihan bagi santri dan penguatan kelembagaan pendidikan.

Kebijakan ini menunjukkan pemahaman bahwa investasi pada manusia merupakan fondasi utama pembangunan jangka panjang.

Dalam bidang pendidikan, perhatian pemerintah juga tercermin dari upaya peningkatan kesejahteraan guru melalui berbagai skema tunjangan dan dukungan profesional. Guru diposisikan sebagai aktor kunci dalam pembangunan manusia, sehingga kesejahteraannya menjadi prasyarat bagi terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan.

Lebih jauh, Presiden Prabowo juga menggagas inovasi kelembagaan pendidikan melalui pendirian Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Kedua model ini mencerminkan komitmen negara dalam memperluas akses pendidikan, memperkecil kesenjangan sosial, serta menyiapkan generasi unggul yang memiliki daya saing global tanpa tercerabut dari nilai kebangsaan.

Dalam sektor kesehatan, keberlanjutan program BPJS Kesehatan tetap menjadi solusi utama bagi masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan yang terjangkau. Akses kesehatan yang merata merupakan elemen penting dalam pembangunan manusia, karena tanpa tubuh yang sehat, peningkatan kualitas SDM tidak akan optimal.

Dengan demikian, kebijakan Presiden Prabowo dapat dipahami sebagai langkah integratif dan holistik: menangani persoalan mendesak seperti kelaparan dan gizi buruk, tanpa mengabaikan agenda besar pembangunan SDM, pendidikan, dan kesehatan. Sinergi kebijakan tersebut diarahkan untuk mewujudkan cita-cita besar bangsa, yakni Indonesia tanpa kelaparan, Indonesia tanpa kemiskinan, Indonesia sehat, dan pendidikan yang berkualitas, sebagai fondasi kokoh menuju Indonesia Emas. ***


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.