BANDUNG (Aswajanews.id) – Pengajian rutin Ahad Malam Senin digelar di Madrasah Darul Hidayah, Kampung Cibugel, Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Minggu malam, 11 Januari 2026. Kegiatan keagamaan tersebut diikuti jamaah setempat dan secara rutin diisi oleh Ustadz Muhamad Mujtahidin atau yang akrab disapa Aa Ujang.
Pengajian ini menjadi agenda keagamaan warga Kampung Cibugel yang terus berlangsung secara konsisten. Selain sebagai sarana pendalaman ilmu agama, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi dan pertemuan warga dalam suasana sederhana.
Dalam ceramahnya, Aa Ujang menjelaskan tiga ilmu pokok yang wajib dipelajari setiap muslim, yakni fikih, tauhid, dan tasawuf. Ketiga ilmu tersebut berkedudukan sebagai fardu ain atau kewajiban individu yang tidak dapat diwakilkan kepada siapa pun.
Ia menegaskan, di antara ketiga ilmu fardu ain tersebut, tasawuf memiliki kedudukan penting. Tasawuf dipahami sebagai cabang ilmu Islam yang menekankan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), penjernihan akhlak, serta pembinaan hubungan spiritual dengan Allah dalam kerangka ihsan.
Menurut Aa Ujang, tujuan tasawuf adalah membentuk pribadi muslim yang mampu mengendalikan hawa nafsu, berakhlak baik, serta meraih ketenangan batin hingga mencapai makrifat atau pengenalan yang benar kepada Allah.
Selain fardu ain, ia juga menguraikan sejumlah ilmu yang termasuk fardu kifayah. Di antaranya ilmu tajhiz jenazah, nahwu dan sharaf, balaghah, mantiq, filsafat, serta ilmu falak yang berkaitan dengan peredaran bulan dan matahari.
Ia menyebutkan, kewajiban mempelajari ilmu fardu kifayah gugur apabila telah ada sebagian warga dalam satu kampung yang menguasainya. Peran tersebut selama ini banyak dijalankan oleh para santri melalui penguasaan ilmu alat keislaman.

Usai pengajian, jamaah melanjutkan kegiatan dengan ngaliwet atau makan bersama. Jamaah duduk lesehan di atas daun pisang dan menikmati hidangan secara bersama-sama, sebagaimana tradisi yang lazim di lingkungan pesantren.
Suasana kebersamaan tampak hangat dan akrab. Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat jalinan persaudaraan antarwarga Kampung Cibugel.
(Reporter: Uus)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































