Beranda Pendidikan Cegah Tawuran dan Radikalisme, MWC NU Wanasari Gelar Pesantren Ramadhan di Sekolah...

Cegah Tawuran dan Radikalisme, MWC NU Wanasari Gelar Pesantren Ramadhan di Sekolah Formal

0
Sekretaris MWC NU Wanasari, Akhmad Sururi

BREBES (Aswajanews) – Upaya mencegah kenakalan remaja terus digencarkan. Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama(MWC NU) Kecamatan Wanasari akan menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadhan di sejumlah lembaga pendidikan formal di wilayahnya.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan bulan Ramadhan ini akan digelar selama tiga hari dan ditutup dengan buka puasa bersama. Sejumlah pengurus MWC NU Wanasari akan dilibatkan sebagai narasumber.

Sekretaris MWC NU Wanasari, Akhmad Sururi, menyampaikan hal tersebut usai melakukan koordinasi dengan pihak SMK Ma’arif NU 01 Wanasari, Senin (23/2/2026), di Kantor MWC NU Wanasari, Jalan Pemuda, Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.

“Barusan kami koordinasi dengan Kepala SMK Ma’arif NU 01 Wanasari, Ali Fauzan, dan guru PAI terkait persiapan Pesantren Ramadhan. Kegiatan ini akan diikuti seluruh peserta didik kelas X hingga XII. Program ini sudah berjalan beberapa tahun dengan melibatkan santri senior serta alumni sejumlah pondok pesantren,” ujar Sururi.

Menurutnya, Pesantren Ramadhan menjadi bagian penting dari penguatan pendidikan karakter keagamaan di lingkungan pendidikan formal. Ia menilai kondisi remaja saat ini membutuhkan perhatian serius, terutama terkait maraknya kenakalan remaja, tawuran, dan pergaulan bebas.

“Awal Ramadhan kemarin kita prihatin dengan kejadian tawuran remaja di dua titik wilayah berbeda. Bulan suci yang seharusnya diisi dengan ibadah justru tercoreng aksi tersebut. Ini menjadi keterpanggilan nurani kita untuk mengatasi persoalan sosial melalui pendekatan pendidikan keagamaan,” tegas alumni Pondok Pesantren Lirboyo tersebut.

Selain sebagai langkah preventif terhadap kenakalan remaja, kegiatan ini juga bertujuan memberikan pemahaman Islam yang moderat dan damai kepada para pelajar. Sururi menyebut, sejumlah penelitian menunjukkan adanya pelajar yang terpapar paham keagamaan radikal.

Karena itu, Pesantren Ramadhan diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai Islam yang sejuk, toleran, serta mampu hidup berdampingan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“NU harus hadir bersama lembaga pendidikan untuk mewujudkan generasi yang berakhlak, cerdas, dan hebat. Pesantren Ramadhan ini menjadi salah satu ikhtiar nyata ke arah itu,” pungkasnya. (Red/Nas)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.