PEKALONGAN (Aswajanews) – Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP) Komisariat UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan resmi terbentuk. Prof. Dr. H. Maghfur, M.Ag terpilih sebagai Ketua Umum ADP melalui mekanisme voting dalam agenda Konsolidasi Dosen Pergerakan dan Musyawarah yang digelar pada Rabu (18/2/2026) di RM Sambal Sawah, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Prof. Maghfur menegaskan bahwa amanah tersebut bukanlah prestasi pribadi, melainkan kepercayaan kolektif yang harus diwujudkan bersama.
“Saya sadar, perjalanan ke depan tidak bisa ditempuh sendirian. Oleh karena itu, saya mengajak semua yang ada di sini dan juga Pak Rektor untuk mendukung dan bersinergi. Dukungan moral, ide cemerlang, serta kontribusi nyata dari semua pihak akan menjadi kekuatan utama kami dalam mewujudkan visi ADP yang lebih baik,” ujarnya.

Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag yang memfasilitasi kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pembentukan ADP merupakan langkah strategis di tengah dinamika zaman. Menurutnya, kehadiran asosiasi ini menjadi wadah kolektif yang memperkuat koordinasi, inovasi, serta pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
“Bayangkan, apa yang sulit dilakukan secara individu, seperti menginisiasi program riset bersama, advokasi kebijakan pendidikan Islam, atau yang lainnya, kini bisa kita wujudkan dengan cepat dan efektif melalui sinergi kolektif ini,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa siapapun yang terpilih sebagai ketua harus didukung bersama. “Asosiasi kita adalah katalisator perubahan, mempercepat langkah menuju universitas yang lebih maju, berkeadilan, dan berilmu, serta mampu berkontribusi maksimal di tengah masyarakat,” tambahnya.
Pembentukan ADP ini merupakan kelanjutan dari momentum sarasehan yang sebelumnya diselenggarakan oleh PMII Ki Ageng Ganjur UIN Gus Dur pada Mei 2025. Rektor berharap asosiasi ini ke depan memiliki markas besar di kawasan Kajen, Pekalongan, guna mendukung proses kaderisasi dan keberlanjutan program.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh dosen tetap dan dosen tidak tetap UIN Gus Dur yang terafiliasi dengan PMII. Tim formatur yang dibentuk berjumlah lima orang, yakni Prof. Maghfur (mandataris), Prof. Muhlisin, Prof. Muslih, Dr. Muhammad Jaeni, dan Dr. Nasrudin.
Selain pemilihan ketua, forum juga membahas rencana pembangunan Graha Sahabat Pergerakan Kabupaten Pekalongan yang berada di bawah naungan Yayasan Graha Sahabat Pergerakan Indonesia yang diketuai Abdurrahman, S.H. (Red)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































