BANDUNG (Aswajanews.id) – Terik matahari siang terasa menyengat saat Apel Gelar Pasukan Pengamanan Arus Lalu Lintas Lebaran 2026 digelar di halaman Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Rabu (11/3/2026) pukul 14.00 WIB. Meski berlangsung di tengah cuaca panas dan dalam suasana bulan Ramadan, para peserta apel tetap berdiri tegap dan mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, sebagai bentuk kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Dalam kesempatan itu, Ali Syakieb menegaskan bahwa pengamanan arus mudik tahun ini melibatkan sekitar 1.700 personel gabungan dari berbagai instansi, termasuk kepolisian, Dinas Perhubungan, serta unsur terkait lainnya.
“Personel dari Dinas Perhubungan sendiri ada sekitar 259 orang. Namun sebelumnya kita sudah menggelar rapat koordinasi bersama Polri dan dinas terkait lainnya, sehingga total personel gabungan yang disiapkan mencapai sekitar 1.700 orang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengamanan akan diperkuat dengan pembentukan sejumlah posko terpadu, termasuk 10 pos dari Dinas Perhubungan. Seluruh personel tersebut akan bertugas selama kurang lebih 14 hari untuk mengawal kelancaran arus mudik maupun arus balik Lebaran.

Menurutnya, kesiapan ini menjadi penting karena Kabupaten Bandung merupakan jalur strategis yang setiap tahun mengalami lonjakan volume kendaraan saat musim mudik.
“Cileunyi, Rancaekek, dan Nagreg sudah menjadi titik yang selalu padat. Siapa pun yang menuju berbagai daerah biasanya melintas di jalur tersebut, sehingga potensi kepadatan kendaraan cukup tinggi,” katanya.
Berdasarkan data sementara, pergerakan kendaraan selama Ramadan tahun ini juga menunjukkan tren peningkatan. Tercatat sekitar 1.411.000 kendaraan melintas dengan kenaikan sekitar 1,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Karena itu, Ali Syakieb menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antarinstansi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama masa mudik.
“Kita semua harus saling berkomunikasi dan memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik. Persiapan harus benar-benar matang agar pada saat pengamanan tidak terjadi kekurangan personel di lapangan,” tegasnya.
Dengan kesiapan personel, posko terpadu, serta koordinasi lintas instansi, Pemerintah Kabupaten Bandung berharap pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan.
(Reporter: Uus)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.































