Beranda Nasional Aktual OMI 2026 Resmi Bergulir, Ribuan Siswa Kabupaten Bandung Berebut Tiket ke Tingkat...

OMI 2026 Resmi Bergulir, Ribuan Siswa Kabupaten Bandung Berebut Tiket ke Tingkat Nasional

347
0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten Bandung resmi digelar. Ribuan siswa dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) mengikuti kompetisi yang menjadi ajang pencarian bibit-bibit unggul berkompetensi.

Pembukaan OMI tingkat Kabupaten Bandung berlangsung di MAN 1 Bandung, Senin (7/9/2026), dan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung, H. Ramlan Rustandi, S.Ag., M.Si.

OMI 2026 merupakan program nasional yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia. Pelaksanaannya mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor 6843 Tahun 2026.

Menurut Ramlan Rustandi, OMI menjadi salah satu wadah untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menemukan peserta didik yang memiliki potensi dan kompetensi unggul.

“OMI ini merupakan program nasional yang dilaksanakan berdasarkan Keputusan Dirjen Pendis Kemenag RI Nomor 6843 Tahun 2026,” ujar Ramlan.

Ia menjelaskan, cabang kompetisi OMI disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Untuk tingkat MI terdapat dua cabang, MTs tiga cabang, sedangkan MA mempertandingkan enam cabang.

“Tujuannya untuk mencari bibit-bibit unggul yang memiliki kompetensi,” katanya.

Secara nasional, pelaksanaan OMI 2026 mendapat antusiasme tinggi. Tercatat sebanyak 230.123 peserta mendaftarkan diri dalam kompetisi tersebut.

Dari jumlah itu, sebanyak 229.593 peserta atau sekitar 99,8 persen dinyatakan lolos verifikasi. Para peserta berasal dari 34 provinsi dengan keterlibatan lebih dari 33 ribu lembaga pendidikan.

Menariknya, OMI 2026 tidak hanya diikuti oleh siswa madrasah. Sebanyak 13.271 siswa dari sekolah umum turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA.

Keterlibatan siswa sekolah umum menunjukkan bahwa OMI 2026 tidak hanya menjadi ruang kompetisi bagi siswa madrasah, tetapi juga menjadi wadah yang mempertemukan peserta didik dari berbagai satuan pendidikan untuk mengembangkan potensi dan kemampuan masing-masing.

Ketua Komite Pelaksana OMI 2026 Kabupaten Bandung, H. Ceceng Ismail, S.Ag., mengatakan pelaksanaan OMI tingkat Kabupaten Bandung tidak dipusatkan di satu lokasi, melainkan disebar di sejumlah titik lokasi (tilok) sesuai jenjang pendidikan.

Untuk tingkat MA, pelaksanaan kompetisi dipusatkan di MAN 1 Bandung.

Sementara itu, untuk tingkat MTs, kompetisi digelar di tiga titik lokasi, yakni MTsN 1, MTsN 2, dan MTsN 3. Sedangkan untuk tingkat MI, pelaksanaan OMI tersebar di lima titik lokasi.

“Dalam penyelenggaraan OMI tingkat Kabupaten Bandung, pelaksanaannya dilakukan di beberapa titik lokasi. Untuk tingkat MA di MAN 1 Bandung, tingkat MTs di tiga tilok, yaitu MTsN 1, MTsN 2 dan MTsN 3, sedangkan tingkat MI di lima tilok,” ujar Ceceng.

Menurut Ceceng, pembagian titik lokasi tersebut merupakan bagian dari pengaturan pelaksanaan kompetisi berdasarkan jenjang pendidikan peserta.

Ceceng menambahkan, rangkaian OMI 2026 dilaksanakan secara bertahap, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga tingkat nasional.

Tahap tingkat kabupaten/kota dijadwalkan berlangsung pada 7–8 September 2026. Peserta terbaik kemudian akan melanjutkan kompetisi ke tingkat provinsi yang dijadwalkan pada 5–6 Oktober 2026.

Selanjutnya, para peserta terbaik dari tingkat provinsi akan melaju ke tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 10–11 November 2026. Sedangkan pengumuman pemenang sekaligus penutupan OMI 2026 tingkat nasional dijadwalkan pada 12 November 2026.

“Rangkaian OMI 2026 akan berlangsung secara bertahap, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga nasional,” kata Ceceng.

Dengan sistem kompetisi berjenjang tersebut, OMI 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang meraih juara, tetapi juga menjadi sarana untuk mengasah kemampuan, membangun mental kompetitif yang sehat, serta menjaring siswa-siswi berprestasi yang nantinya dapat menjadi representasi terbaik daerah di tingkat yang lebih tinggi. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini