Beranda Nasional Aktual Mahasiswa KKN Undip Pasang Fertigasi Otomatis di Green House BUMDes Kalibeluk

Mahasiswa KKN Undip Pasang Fertigasi Otomatis di Green House BUMDes Kalibeluk

24
0

BATANG (Aswajanews.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip), Nadya Maharani, memasang alat fertigasi otomatis di Green House Kalamatera milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kalibeluk, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Sabtu (8/8/2026).

Pemasangan alat tersebut menjadi salah satu program kerja KKN yang bertujuan mengoptimalkan pengelolaan pertanian berbasis teknologi di tingkat desa. Program ini sekaligus menjadi bentuk penerapan ilmu dan teknologi yang diperoleh mahasiswa selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Sebelum alat dipasang, sistem penyiraman tanaman di Green House Kalamatera masih dilakukan secara manual oleh pengelola BUMDes. Kondisi tersebut kerap menjadi kendala ketika pengelola memiliki kesibukan lain atau sedang tidak berada di lokasi saat jadwal penyiraman. Akibatnya, penyiraman terkadang tidak dilakukan secara konsisten sehingga berpotensi memengaruhi pertumbuhan dan kualitas tanaman yang dibudidayakan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Nadya memasang sistem fertigasi yang dilengkapi timer otomatis. Perangkat tersebut diprogram untuk mengatur jadwal penyiraman secara berkala sesuai kebutuhan tanaman. Dengan sistem ini, proses pengairan dapat berlangsung otomatis tanpa harus dioperasikan secara manual setiap hari.

Pengelola BUMDes cukup memastikan ketersediaan air di dalam tandon agar sistem dapat bekerja secara berkelanjutan.Inovasi tersebut mendapat sambutan positif dari pengelola BUMDes Kalamatera.

Maskuri, pengurus bidang pertanian, menilai keberadaan alat fertigasi otomatis dapat meringankan pekerjaan dalam perawatan tanaman.

“Pengairan jadi mudah ya, Mbak. Berarti tinggal mengisi tandon saja kalau habis,” ujar Maskuri.

Apresiasi serupa disampaikan Abdul, tokoh pemuda Desa Kalibeluk. Menurutnya, sebelum adanya sistem otomatis, warga sering mengalami kesulitan mengatur waktu penyiraman, khususnya ketika harus bepergian atau memiliki aktivitas di luar desa.

“Berarti sekarang otomatis ya. Dulu itu bingung kalau pas jam menyiram, apalagi kalau pada pergi sampai minta tolong ditelepon tetangga untuk menghidupkan kran airnya,” ungkap Abdul.

Menurut Abdul, persoalan sederhana seperti penyiraman ternyata cukup mengganggu aktivitas warga. Dengan adanya sistem otomatis, pengelola maupun warga tidak lagi harus berada di lokasi pada waktu tertentu hanya untuk menyalakan keran.

Sistem timer akan mengatur proses penyiraman sesuai jadwal yang telah ditentukan. Hal tersebut sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran seseorang maupun bantuan warga lain.Dorong Pertanian Berbasis TeknologiPenerapan fertigasi otomatis tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi tepat guna dalam pengelolaan pertanian skala desa. Otomatisasi dapat membantu meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga sekaligus meminimalkan risiko kesalahan manusia, seperti lupa melakukan penyiraman atau ketidakteraturan jadwal pengairan.

Program tersebut menunjukkan bahwa teknologi sederhana dapat memberikan manfaat nyata apabila diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat.Bagi mahasiswa KKN Undip, pemasangan alat fertigasi bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi juga bentuk kontribusi langsung dalam membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat dan unit usaha desa.

Ke depan, alat tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pengelola BUMDes Kalamatera sehingga mampu mendukung produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan Green House.

Inovasi ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan teknologi sederhana dan tepat guna dalam mendukung pengelolaan pertanian, penguatan BUMDes, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(Kontributor: Khairul Anwar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini