Berita duka menyelimuti komunitas pendidikan Madrasah Diniyah di Provinsi Banten. H. Agus Trikarna, mantan Sekretaris DPW FKDT Banten, telah mengembuskan napas terakhir pada Kamis, 20 Agustus 2026 dini hari.
Almarhum selama ini diketahui menderita penyakit diabetes dan menjalani cuci darah secara rutin di salah satu rumah sakit di wilayah Tangerang.
Penulis mendapatkan kabar duka tersebut dari KH Tatang Royani, mantan Ketua Umum DPP FKDT yang saat ini berdomisili di Tangerang.
Ketika penulis menghubungi beliau, KH Tatang sedang dalam perjalanan menuju rumah duka. KH Tatang merupakan sahabat seperjuangan almarhum sejak di FKDT Tangerang, kemudian berlanjut di tingkat Provinsi Banten.
Saat itu, almarhum H. Agus Trikarna dipercaya sebagai bendahara yang mendampingi KH Tatang Royani. Kebersamaan keduanya kemudian berlanjut hingga di DPP FKDT.
Bagi penulis, H. Agus Trikarna merupakan sosok yang mudah bergaul dengan siapa pun. Kepribadiannya yang rendah hati, ramah, dan humoris membuat orang yang berbincang dengannya merasa nyaman dan betah berlama-lama.
Banyak guyonan segar yang muncul di tengah obrolan serius, sehingga mampu mencairkan suasana dan memecahkan ketegangan. Namun ketika tampil di hadapan publik, almarhum mampu menunjukkan sikap serius dan penuh wibawa.
Sesekali tetap diselingi humor yang membuat audiens tertawa.Almarhum juga dikenal mampu menempatkan diri dalam berbagai situasi.
Ia dapat menyesuaikan gaya komunikasi maupun penampilannya dengan forum dan siapa saja yang menjadi lawan bicaranya. Sebagai pejuang pendidikan Madrasah Diniyah, almarhum H. Agus Trikarna dikenal dekat dengan para pejabat di lingkungan Kementerian Agama Tangerang, Kanwil Kemenag Banten, maupun Pemerintah Provinsi Banten.
Kedekatan tersebut, bersama pengurus FKDT lainnya termasuk KH Tatang Royani, turut memberikan kontribusi dalam mendorong kemajuan pendidikan Madrasah Diniyah di Provinsi Banten. Almarhum H. Agus Trikarna tercatat sebagai alumni Pondok Pesantren Buntet Cirebon, Jawa Barat, dan Pondok Pesantren Al Amin Madura.
Ketika menimba ilmu di Pondok Pesantren Buntet, almarhum memiliki banyak teman dari Brebes, salah satunya Kiai Rofik asal Kluwut. Setiap melintas di Brebes, almarhum kerap menyempatkan diri untuk mampir. Dari situlah penulis sering bertemu dan bersilaturahmi dengan almarhum.
Saat mondok di Al Amin Madura, almarhum juga pernah bersama Dr. Zuhairi Misrawi, tokoh intelektual Muslim yang kini menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia. Kedekatan tersebut terlihat ketika Munas DPP FKDT di Asrama Haji Pondok Gede.
Saat itu, almarhum yang menghubungi Dr. Zuhairi Misrawi untuk menjadi narasumber dalam sesi halaqah yang membahas tentang Madrasah Diniyah.
Pada akhirnya, kita semua menyadari bahwa kematian adalah sebuah kepastian. Hanya persoalan waktu dan tinggal menunggu giliran. Segala jabatan, harta, dan kedudukan akan ditinggalkan. Hanya amal ibadah yang akan menjadi bekal untuk menemani perjalanan di alam barzah.
Pertemuan terakhir penulis dengan almarhum terjadi saat Rapimnas DPP FKDT pada pertengahan Juli 2026. Saat itu tidak pernah terbayangkan bahwa pertemuan tersebut akan menjadi perjumpaan terakhir penulis dengan beliau.
Selamat jalan, pejuang Madrasah Diniyah Banten.Semoga almarhum H. Agus Trikarna mendapatkan husnul khatimah, segala amal ibadah dan perjuangannya diterima Allah SWT, segala khilaf dan kesalahannya diampuni, serta ditempatkan di taman-taman surga-Nya.Al-Fatihah.



















